10 Ciri-ciri Toko Online Shop Palsu

by vivanetagnt
0 comment

Anda pernah mengalami atau mendengar cerita penipuan dari belanja online? Penipuan dari toko online palsu memang makin marak saat ini. Kemudahan dalam berbelanja online memang kerapkali disalahgunakan oleh sejumlah oknum untuk melakukan kejahatan. Supaya tidak tertipu atau setidaknya mengantisipasi kemungkinan tersebut, sebaiknya kenali sejumlah ciri-ciri toko online palsu atau abal-abal berikut ini:

  1. Menggunakan website dan sosial media. Anda mungkin tidak akan bisa membedakan mana online shop palsu mana online shop sesungguhnya. Para penjual palsu memang lihai membuat atau medesain website dan sosial media seperti instagram, facebook dan lain sebagainya. Bahkan mereka menampilkan foto-poto pengemasan barang sekaligus resi bukti pengiriman dan bukti chat pada aplikasi whatsapp. Jika ingin lebih aman, gunakan saja layanan e-commerce yang sudah ada, itupun tidak menjamin bebas dari penipuan. simak juga penjelasannya di poin 4 dan 7.
  2. Menawarkan Harga yang Tidak Masuk Akal. Cara toko online palsu dalam menarik korbannya adalah memberikan harga super murah. Bahkan tak jarang berani memberi diskon hingga 80-90%. Diskon tersebut umumnya untuk gadget, TV, komputer, dan berbagai barang elektronik lainnya. Tentu bagi masyarakat awam yang gaptek dan belum mengerti betul cara kerja e-commerce, online shop abal-abal ini akan dikira sebagai perwakilan resmi dari e-commerce besar tersebut. Kemungkinan besar pun bisa menjadi calon korban selanjutnya.
  3. Meminta Transfer DP. Setelah memberikan iming-iming harga super murah, online shop palsu pun akan mengelabui korbannya dengan meminta transfer DP. Jika menggunakan fitur atau platform e-commerce, maka toko online tersebut akan memberi rekening milik pribadi, bukan rekening bersama. Sebaiknya jangan transfer uang jika anda ragu-ragu. Ada baiknya lakukan penelusuran terlebih dahulu dengan browsing dan cek komentar atau diskusi mengenai produk atau online shop tersebut sekaligus pelajari bagaimana sistem kerja dan pembayaran sebuah e-commerce.
  4. Jalur Komunikasi Non Resmi. Online shop asli tentu akan berkomunikasi hanya dengan jalur resmi yang disediakan e-commerce. Jika ada yang menggunakan jalur komunikasi di luar layanan e-commerce tersebut, maka Anda patut curiga. Biasanya nomor telepon atau WhatsApp digunakan sebagai pilihan komunikasi Online shop palsu. Tujuannya agar aktivitasnya tidak mudah terpantau. Jika anda menuruti permintaan tersebut, anda akan kesulitan mendapat bukti jika ingin menggugat penipuan tersebut. Beberapa online shop abal-abal juga menggunakan SMS untuk menjalankan penipuan. Jika online shop benar-benar valid maka akan berani memberikan nomor telepon kantor atau SLJJ (bukan nomor handphone).
  5. Mematikan Kolom Komentar. Wajib curiga jika menjumpai online shop yang mematikan kolom komentarnya di Instagram. Instagram memang menyediakan fitur off comment. Fitur tersebut biasa digunakan online shop abal-abal agar tidak ada korban yang berkomentar di publik. Anda pun juga harus curiga jika ada online shop yang sama sekali tidak ada komentarnya padahal followersnya lumayan banyak. Bisa jadi followers yang dimilikinya didapat dari hasil membeli.
  6. Tidak Bersedia Melakukan COD. Solusi menghindari penipuan online shop salah satunya adalah dengan transaksi langsung. Jika lokasinya memang terjangkau, maka sebaiknya lakukan pembelian dengan sistem COD (cash on delivery). Perlu dicurigai jika ada online shop yang menolak melakukan sistem COD. Anda bisa berpikir dua kali untuk bertransaksi di online shop tersebut jika tidak berani melakukan COD. Apalagi alasan-alasan yang dikemukakannya tidak masuk akal.
  7. Testimonial Palsu dan Tanpa Testimonial. Umumnya pelanggan yang pernah membeli dan puas dengan pelayanan serta produk sebuah online shop akan memberikan testimoni. Bisa melalui chat, foto, tag, dsb. Patut dicurigai jika sebuah online shop tidak memiliki testimonial satupun. Namun anda pun patut jeli dalam melihat testimonial terutama jika banyak testimonialnya sama. Jika fotonya tampak buram dan ada watermark yang terkesan ditutup, bisa jadi testimoni tersebut palsu.
  8. Menggunakan Website Gratisan. Umumnya kawanan penipu lebih suka menggunakan website gratisan tanpa perlu membeli domain. Sebab jika memang berniat untuk bisnis, tentu toko yang asli akan memiliki modal untuk stok barang, membeli domain, membayar iklan, dll. Namun tidak menutup kemungkinan toko yang menipu juga memiliki domain berbayar. Tak semua toko online harus memiliki website. Namun sebuah website bisa menjadi tolak ukur kredibilitas toko tersebut. Jangan ragu minta testimoni dan tanyakan kredibilitas toko tersebut kepada teman atau kerabat anda atau bisa juga menggunakan search engine seperti google.
  9. Tidak Ada Alamat Toko Offline. Tidak mungkin sebuah online shop tidak memiliki toko offline atau alamat, meskipun itu hanya sekedar alamat rumah, kost-kostan, atau kontrakan. Jadi jika ada toko online yang berbelit-belit memberi alamat toko offline-nya, sebaiknya pikir dua kali untuk berbelanja di tempat tersebut. Minimal toko yang bisa dipercaya akan senang hati memberikan keterangan alamat rumah atau sekedar kota asal toko tersebut.
  10. Cermati Tampilan Websitenya. Online shop terpercaya akan memberikan tampilan yang umum. Baik itu keterangan lokasi, tulisan-tulisan keterangan produk, hingga penataan produk yang enak dilihat. Biasanya online shop palsu akan selalu menekankan transfer uang terus kepada konsumennya. Selain itu, rekening bank juga tidak tercantum di website agar tak mudah diciduk polisi. Selain itu dari segi bahasa chatting juga biasanya menakut-nakuti konsumennya. Lihat juga bagaimana foto-foto yang terpasang di toko online tersebut. Jika rata-rata fotonya pecah, anda patut mempertanyakan kredibilitas toko online tersebut. Sebab foto yang pecah rata-rata adalah hasil mengunduh atau screenshot dari sumber lain, bukan foto milik sendiri atau yang disediakan oleh distributor.

Bijaklah dalam berbelanja dan selalu waspada sebelum membeli barang online.

You may also like

Leave a Comment