8 Bahaya Suka Marah untuk Kesehatan Fisik

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Suka marah-marah atau emosi-emosi yang sangat kuat disadari atau tidak, lambat laun dengan sendirinya dapat menghasilkan perubahan-perubahan anatomis dan fisiologis tertentu pada sejumlah sistem organ tubuh. Kondisi itu pada akhirnya dapat menimbulkan ragam gangguan kesehatan. Suka marah yang ditimbulkan oleh berbagai sebab dapat pula berakibat negatif terhadap kesehatan dengan memperburuk penyakit yang diderita.

Melansir berbagai sumber, berikut ini ragam bahaya suka marah-marah bagi kesehatan fisik yang perlu diwaspadai:

1. Tukak lambung

Dalam Buku Mengenal Perilaku Abnormal (2006) karya Dr. A. Supratiknya, tukak lambung adalah luka di lambung. Tukak lambung disebabkan oleh keluarnya cairan asam secara berlebihan, sehingga menimbulkan luka pada dinding lambung.

Terbukti, emosi-emosi yang negatif seperti marah-marah, termasuk kesedihan, agresi, kecemasan, kebencian, dapat merangsangproduksi asam lambung secara berlebihan. Akibatnya, lambung melakukan pencernaan terhadap dirinya sendiri dan timbul luka.

2. Migrain dan pusing karena tegang (tension-headaches)

Sebagian besar keluhan pusing-pusing berkaitan dengan ketegangan emosi. Karena kaum wanita dilaporkan lebih emosional dibanding kaum laki-laki, maka gangguan ini pun lebih lazim ditemukan pada kaum wanita daripada pria.

Berikut ini beda migrain dan pusing karena tegang:

  • Migrain

Migrain adalah gejala pusing kepala sangat nyeri yang menyerang penderita berulang-ulang secara periodik. Kadang-kadang gejala ini dirasakan hanya di salah satu belahan kepala atau otak, kadang-kadang menyerang seluruh kepala, dan kadang-kadang berpindah-pindah dari belahan kepala yang satu ke belahan lainnya.

Gangguan ini dilaporkan lebih sering dialami oleh kaum wanita daripada pria. Penyebab migrain salah satunya yakni pembesaran pembesaran pembuluh darah dalam otak akibat ketegangan emosi.

Migrain relatif lebih sulit disembuhkan dibandingkan nyeri kepala lainnya.

  • Pusing karena tegang biasa

Ketegangan emosi maupun stres dapat mengakibatkan kontraksi otot-otot di sekeliling tengkorak.

Kontraksi otot ini pada gilirannya dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah di sekeliling tengkorak dan menimbulkan pusing-pusing.

3. Hipertensi

Suka marah atau ketegangan emosi juga dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah pada organ-organ dalam. Akibatnya, darah dialirkan dalam jumlah yang lebih besar ke otot-otot tubuh, seperti tangan dan kaki, sehingga bagian itu terasa tegang. Namun, yang lebih serius, penyempitan pembuluh darah pada organ-organ dalam tersebut bisa menyebabkan jantung bekerja keras, berdetak lebih cepat. Akibatnya, tekanan darah meningkat.

Semua gejala ini bakal hilang apabila ketegangan emosi yang menjadi penyebabnya juga hilang. Jika suka marah-marah maupun stres tersebut berlangsung berkepanjangan, maka tekanan darah tinggi pun bisa menjadi kronik dan timbullah hipertesi.

Sementara, hipertensi dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan lain yang lebih berbahaya, seperti gagal ginjal, kebutaan, pusing, dan lain sebagainya.

4. Serangan jantung

Gangguan ini memiliki ciri, sebagai berikut:

Sangat sering didahului dengan hipertensi Berkorelasi dengan pengalaman-pengalaman hidup yang menimbulkan emosi dan stres, seperti kerja berat, kecemasan, depresi, perceraian, perselisihan.

Orang-orang yang memiliki kepribadian agresif, suka marah, serba cepat dalam melakukan apa saja, mudah frustasi, tidak sabaran, cepat gusar, hingga mudah merasa bersalah menurut ahli lebih mudah terserang hipertensi dan gangguan-gangguan kardiovaskular lainnya, dibanding orang-orang yang memiliki kepribadian sebaliknya.

5. Asma

Selain gangguan-gangguan yang sudah disebut, salah satu gangguan psikosomatik lain yang cukup banyak ditemukan adalah asma atau gangguan pernapasan (sulit bernapas) karena terjadi penyempitan jalan pernapasan.

Gangguan psikomatik adalah gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor-faktor psikologis. Ada bukti kuat bahwa salah satu penyebab asma adalah gangguan emosi, termasuk suka marah.

Ada bukti kuat bahwa salah satu penyebab asma adalah gangguan emosi, termasuk suka marah.

6. Meningkatkan risiko stroke

Jika Anda suka marah, berhati-hatilah.

Melansir Everyday Health, sebuah studi menemukan ada risiko tiga kali lebih tinggi seseorang mengalami stroke akibat terjadi bekuan darah ke otak atau pendarahan di dalam otak selama dua jam setelah ledakan amarah. Kabar baiknya, Anda dapat menghindari stroke ini dengan mulai belajar mengendalikan emosi.

Anda harus pandai mengidentifikasi apa yang kerap memicu amarah, dan kemudian mencari cara untuk mengubah respons marah tersebut. Daripada kehilangan kesabaran, akan lebih baik jika Anda melakukan olah pernapasan dalam.

7. Melemahkan daya tahan tubuh

Jika selalu marah, Anda mungkin akan lebih sering merasa sakit.

Dalam sebuah penelitian, ilmuwan Universitas Harvard menemukan bahwa pada orang sehat, hanya dengan mengingat pengalaman marah dari masa lalu, dapat menyebabkan penurunan tingkat antibodi imunoglobulin A, yakni garis pertahanan pertama sel dalam melawan infeksi selama 6 jam. Jadi, jika Anda adalah seseorang yang suka marah, sistem kekebalan tubuh Anda terus terancam.

8. Penuaan dini

Melansir Buku Don’t Be Angry Mom (2019) oleh dr. Nurul Afifah, rasa marah juga bisa menegangkan otot-otot di wajah sehingga mengakibatkan keriput.

Selain itu, tersebarnya hormon kortisol akibat marah dapat menyebabkan berkurangnya produksi kolagen pada kulit. Kolagen diketahui merupakan bahan utama yang membuat kulit tetap awet muda, kencang, dan kenyal. Jadi, kulit akan jadi lebih tua jika Anda suka marah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “8 Bahaya Suka Marah untuk Kesehatan Fisik”, Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/08/08/150100768/8-bahaya-suka-marah-untuk-kesehatan-fisik?page=all#page2.
Penulis : Irawan Sapto Adhi
Editor : Irawan Sapto Adhi

You may also like

Leave a Comment