Beragam Pilihan Obat dan Metode Pengobatan untuk Alergi

by Wijanto T
0 comment

Pengobatan alergi secara alami

Bagaimana cara mengatasi alergi secara alami?

Alergi tidak dapat sembuh secara tuntas sehingga Anda harus siap dengan reaksi yang bisa muncul kapan saja. Meski begitu, ada beragam obat dan metode pengobatan yang dapat membantu Anda hidup sehat sekalipun memiliki alergi.

Pengobatan pun bergantung pada jenis dan tujuannya. Ada obat-obatan yang ditujukan untuk mencegah alergi kambuh, meringankan gejala, atau mengatasi reaksi berbahaya seperti anafilaksis.

Sebelum terjun ke dalam pengobatan medis, Anda mungkin akan disarankan untuk mengatasi alergi secara alami terlebih dulu. Cara alami juga disarankan bagi pasien yang tidak bisa meminum obat alergi, misalnya karena memiliki alergi obat atau tidak tahan dengan efek sampingnya.

Inilah mengapa Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat alergi jenis apa pun. Obat alergi dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang. Reaksi alergi biasanya muncul dalam bentuk pusing, keluarnya lendir berlebih, ruam, dan gejala alergi sebelumnya yang bertambah parah.

Pada kasus tertentu, alergi obat bahkan dapat menimbulkan reaksi parah seperti sesak napas, serangan asma, dan turunnya tekanan darah secara drastis. Cara terbaik mencegah reaksi ini adalah dengan mengenali obat alergi apa yang justru menjadi penyebabnya.

Jika Anda memilih cara alami untuk mengatasi alergi, berikut sejumlah metode yang dapat Anda coba.

1. Membuat rumah bersih dari tungau dan debu

Tungau dan debu adalah salah satu penyebab alergi yang umum. Anda bisa mengatasi alergi secara alami tanpa obat dengan memastikan rumah bebas dari tungau dan debu. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

  • Membersihkan perabotan berlapis kain secara rutin dengan dicuci atau memakai vacuum cleaner.
  • Membersihkan permukaan perabot dengan kain lembap untuk mencegah debu beterbangan semakin jauh.
  • Membersihkan sudut rumah dengan vacuum cleaner yang dilengkapi penyaring HEPA.
  • Menggunakan penutup lantai berbahan vinyl atau kayu, bukan karpet.
  • Menggunakan bantal dan selimut berbahan sintetis.

2. Menghindari alergen udara dari lingkungan

Asap, serbuk sari, dan polusi adalah beberapa contoh alergen udara dari lingkungan. Sebisa mungkin, hindari bepergian saat cuaca kering dan berangin karena kondisi ini dapat menyebarkan debu, asap, dan serbuk sari lebih jauh.

Apabila terpaksa bepergian, gunakan kacamata wrap around untuk melindungi seluruh bagian mata. Hindari area dengan banyak rumput seperti taman atau lapangan. Begitu pulang ke rumah, segera mandi, keramas, dan ganti seluruh pakaian Anda.

3. Mengendalikan bulu dan kotoran hewan peliharaan

Jika Anda alergi terhadap hewan peliharaan, Anda dapat mengatasi alergi secara alami dengan mengontrol bulu dan kotorannya. Pangkas bulu mereka secara rutin, mandikan setidaknya dua minggu sekali, serta bersihkan kandang dan tempat kotoran mereka.

Jangan biarkan hewan peliharaan masuk ke dalam kamar, apalagi berada di atas kasur dan bantal. Pastikan hewan peliharaan tetap di luar rumah, atau siapkan satu ruangan khusus untuk mereka.

4. Mengubah pola makan

Jika suatu bahan makanan terbukti memicu reaksi alergi pada tubuh Anda, berhentilah mengonsumsinya. Jangan mengetesnya dengan makan lagi dalam jumlah sedikit atau mencobanya berulang kali karena Anda bisa saja mengalami reaksi alergi parah.

Selalu perhatikan label kemasan makanan yang Anda beli. Makanan penyebab alergi Anda mungkin saja mempunyai nama lain dalam daftar komposisi. Ingatlah nama-nama tersebut dan hindari sebisa mungkin.

5. Menggunakan bahan-bahan alami

Selain menghindari pemicu alergi dan melakukan perubahan gaya hidup, Anda pun bisa mengatasi gejala alergi dengan bahan-bahan alami. Berikut berbagai bahan yang diyakini berpotensi mengatasi alergi, tapi perlu diingat ada kemungkinan pula anda mengalami alergi terhadap bahan-bahan ini:

  • gel lidah buaya,
  • Centella asiatica atau pegagan,
  • pelembap kulit dari minyak kelapa,
  • tea tree oil,
  • oatmeal,
  • minyak peppermint, dan
  • probiotik dan prebiotik.

6. Akupunktur

Akupunktur diyakini bisa membantu mengurangi reaksi alergi pada sistem pernapasan termasuk dampaknya seperti rinitis alergi, asma, dan sinusitis. Hal ini disampaikan dalam belasan penelitian yang dimuat di American Journal of Rhinology & Allergy.

Akupunktur juga berpotensi meredakan gatal akibat dermatitis atopik. Belum jelas apa yang membuat akupunktur berpengaruh terhadap alergi, tapi mekanisme akupunktur yang melibatkan sistem saraf dan hormon mungkin ada kaitannya.

7. Mencuci hidung

Irigasi hidung berguna untuk mengatasi gejala alergi pada sistem pernapasan. Seperti namanya, Anda akan mencuci hidung untuk melancarkan pernapasan dan membilas lendir yang menumpuk akibat alergi.

Anda dapat menggunakan alat yang disebut neti pot serta larutan garam khusus cuci hidung. Cukup tuangkan larutan dari neti pot ke dalam satu hidung, lalu keluarkan dari lubang hidung satunya. Lakukan secara rutin hingga gejala berkurang.

 

 

You may also like

Leave a Comment