Berkenalan dengan Mustard atau Sesawi dan Ragam Khasiat Kesehatannya

by Wijanto T
0 comment

Apabila Anda tengah menjalani diet penurunan berat badan, Anda mungkin sudah akrab dengan saus mustard atau moster. Saus ini diolah dari biji tanaman mustard atau sesawi yang kian populer dalam budaya hidup sehat. Apa saja manfaat mustard selain dijadikan penyedap rendah kalori?

Mengenal mustard atau sesawi yang kaya nutrisi

Mustard atau sesawi adalah tanaman yang berasal dari daerah Mediterania. Tanaman ini masih bersaudara dengan sayuran yang lebih umum Anda konsumsi, seperti brokoli, kubis, dan brussel sprout. Daun dan biji mustard bisa dan aman untuk dikonsumsi. Namun, cara paling populer menikmati mustard adalah bijinya yang dihaluskan menjadi saus.Tanaman mustard tersedia dalam berbagai varietas – di mana semuanya tetap bergizi dan bernutrisi. Daun mustard mengandung mineral dan vitamin dengan kadar yang cukup mengesankan, seperti kalsium, tembaga, vitamin C, vitamin A, dan vitamin K. Daun mustard bisa dimakan mentah atau dimasak, sehingga juga bisa diolah menjadi salad.Biji mustard atau sesawi, yang menjadi bahan utama untuk membuat saus mustard, juga tak kalah bernutrisi. Biji mustard mengandung serat, selenium, magnesium, dan mangan. Di samping populer untuk kebutuhan kuliner, mustard atau sesawi juga sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Hanya saja, apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit sebagai penyedap, mustard biasanya tidak terlalu dikaitkan dengan manfaat kesehatan. Namun, mustard dapat menjadi alternatif penyedap rendah kalori dibandingkan penyedap lain seperti mayones. Satu sendok makan mustard bisa mengandung kalori maksimal 10 – tergantung jenisnya, sedangkan satu sendok mayones kalorinya dapat mencapai 54.

Sesawi atau mustard kaya akan zat antioksidan

Sebagai bahan pangan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, mustard atau sesawi juga menjadi gudangnya zat antioksidan. Zat antioksidan berperan penting untuk melindungi tubuh dari stres oksidatif, kondisi yang dapat menimbulkan kerusakan dan penyakit bagi tubuh.Salah satu antioksidan dalam mustard adalah glukosinolat. Glukosinolat dapat ditemukan dalam sayuran cruciferous lain, seperti brokoli, kubis, dan kol mini (brussel sprout). Saat daun atau biji mustard dikonsumsi (menjadi hancur), glukosinolat akan teraktivasi dan merangsang perlindungan antioksidan di dalam tubuh. Tanaman mustard kaya akan senyawa turunan glukosinolat berikut ini:

  • Isotiosianat, merupakan senyawa turunan glukosinolat yang berpotensi untuk mencegah pertumbuhan dan persebaran sel kanker
  • Sinigrin, merupakan senyawa turunan glukosinolat yang berkontribusi terhadap rasa khas mustard. Sinigrin juga diyakini memiliki efek antibakteri, antijamur, antikanker, dan efek pemulihan luka.

Mustard juga kaya dengan zat antioksidan lain seperti isorhamnetin, kaempferol, dan kelompok karotenoid. Zat-zat antioksidan tersebut dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan mungkin beberapa jenis kanker.

Potensi manfaat mustard atau sesawi untuk kesehatan

Studi lanjutan terkait manfaat mustard atau sesawi sebenarnya masih diperlukan. Beberapa potensi manfaat dari tanaman mustard, yaitu:

1. Menurunkan risiko kanker

Seperti yang disinggung di atas, glukosinolat merupakan zat antioksidan yang terkandung dalam mustard. Beberapa studi pada hewan dan uji tabung menemukan bahwa glukosinolat dalam mustard berpotensi untuk mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Studi pada manusia diperlukan untuk menguatkan temuan ini.

2. Mengendalikan gula darah

Rebusan sesawi hijau yang dikonsumsi dengan obat penurun gula darah berpotensi untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 – berpotensi lebih efektif dibandingkan penanganan dengan obat saja. Studi lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasikan manfaat mustard ini.

3. Meredakan psoriasis

Psoriasis merupakan peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit kering, ruam, dan gatal-gatal. Studi pada hewan mengindikasikan bahwa diet tinggi biji mustard atau sesawi berpotensi untuk mengurangi peradangan. Diet tinggi biji mustard juga berpotensi untuk memulihkan lesi kulit akibat psoriasis.

4. Mengurangi gejala dermatitis kontak

Dermatitis kontak terjadi ketika kulit mengalami kontak dengan alergen tertentu – menimbulkan gejala berupa ruam yang gatal di kulit. Studi pada hewan melaporkan bahwa biji mustard berpotensi untuk mengurangi gejala dermatitis kontak dan mempercepat pemulihan.

5. Melawan infeksi

Antioksidan yang terkandung dalam mustard atau sesawi menawarkan potensi manfaat untuk melawan infeksi bakteri dan jamur. Namun, temuan ini masih perlu dikaji lebih lanjut.

Efek samping konsumsi mustard atau sesawi

Biji, daun, dan saus mustard umumnya aman dikonsumsi. Masyarakat juga cenderung mengonsumsi mustard sebagai saus dalam jumlah yang kecil sehingga menurunkan risiko efek samping.Namun, mengonsumsi mustard dalam kadar tinggi berpotensi memicu efek samping, termasuk diare, sakit perut, dan peradangan di usus. Biji atau daun mustard yang tidak dimasak juga mengandung senyawa goitrogen dalam kadar tinggi. Senyawa ini dapat mengganggu fungsi tiroid terutama pada orang yang sensitif. Dengan demikian, individu dengan gangguan fungsi tiroid sebaiknya merendam dan memasak mustard terlebih dahulu.

Sumber : https://www.sehatq.com/artikel/berkenalan-dengan-mustard-atau-sesawi-dan-ragam-khasiat-kesehatannya

You may also like

Leave a Comment