Cara Menghitung Kebutuhan Cairan pada Tubuh

by Wijanto T
0 comment

Setiap orang memiliki kebutuhan cairan tersendiri, tergantung pada aktivitas, jenis kelamin, usia, tinggi serta berat badan. Meski aturan umum yang menganjurkan asupan air putih ideal bagi manusia dalam jumlah tertentu, Anda dapat menghitung kebutuhan cairan pribadi dengan beberapa cara.

Cara menghitung kebutuhan cairan

Salah satu cara memenuhi kebutuhan cairan tubuh adalah dengan rutin mengonsumsi air putih. Takaran asupan air putih setiap orang pun ternyata berbeda-beda.Perhitungan cairan tubuh tersebut pun didasarkan pada sejumlah faktor seperti jenis kelamin, bobot tubuh serta faktor lain yang memengaruhi seseorang. Bagaimana cara menghitung kebutuhan cairan tubuh?

1. Kebutuhan cairan orang dewasa menurut WHO

Menurut WHO, lebih dari 60% fungsi tubuh bergantung pada air, tak terkecuali otak dan sistem saraf. Kekurangan air dapat menyebabkan tubuh mengalami kelelahan, kehilangan konsentrasi, sakit kepala, depresi, kesulitan tidur dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Berdasarkan hasil riset Institute of Medicine’s Food and Nutrition Board di Amerika Serikat, cara menghitung kebutuhan cairan setiap individu yang pertama dapat dilakukan berdasarkan jenis kelamin. Seorang wanita membutuhkan 2,7 liter air putih per hari, sedangkan pria memerlukan 3,7 liter air putih setiap harinya.

2. Menghitung kebutuhan cairan dengan rumus Watson

Selain berdasarkan jenis kelamin, kebutuhan cairan tubuh setiap individu juga dapat diketahui melalui rumus Watson. Caranya, dengan memakai rumus berdasarkan usia, tinggi dan berat badan setiap individu.

  • Rumus Watson untuk pria:
    2,447 – (0,09145 x usia) + (0,1074 x tinggi dalam cm) + (0,3362 x berat dalam kg) = berat total tubuh (TBW) dalam liter
  • Rumus Watson untuk wanita:
    -2,097 + (0,1069 x tinggi dalam cm) + (0,2466 x berat dalam kg) = berat total tubuh (TBW) dalam liter

3. Kebutuhan cairan anak menurut IDAI

Anak usia 1 tahun memiliki volume air 65 – 80% dari total berat badannya. Persentase ini akan berkurang seiring bertambahnya usia, menjadi 55 – 60% pada usia remaja.

Cairan diperlukan untuk menjaga metabolisme tubuh, memperbaiki sistem pencernaan, membantu fungsi sel, mengatur suhu tubuh, pelarutan berbagai reaksi biokimia, pelumas, dan pengaturan komposisi elektrolit.Kebutuhan cairan berbeda pada setiap usia, jenis kelamin, massa otot, dan lemak tubuh. Diperkirakan:

  • Bayi usia 0 – 6 bulan memerlukan cairan 700 mL/hari
  • Bayi 7 – 12 bulan memerlukan cairan 800 mL/hari
  • Anak 1 – 3 tahun memerlukan 1300 mL/hari
  • Anak 4 – 8 tahun memerlukan 1700 mL/hari
  • Anak 9 – 13 tahun memerlukan 2400 mL/hari pada laki – laki dan 2100 mL/hari pada perempuan
  • Anak 14 – 18 tahun memerlukan 3300 mL/hari (laki – laki) dan 2300 mL/hari untuk perempuan

Faktor yang memengaruhi kebutuhan cairan tubuh

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan cairan tubuh individu. Faktor tersebut membuat kebutuhan cairan setiap individu berbeda. Apa saja faktor yang dimaksud?

1. Aktivitas olahraga

Salah satu kegiatan yang dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan adalah berolahraga. Sebab ketika berolahraga, banyak cairan di dalam tubuh yang dikeluarkan melalui keringat.

Maka dari itu, untuk mencegah dehidrasi dan meningkatkan kekuatan otot tubuh, Anda sangat disarankan minum air putih sebelum, ketika dan sesudah berolahraga.  Sebab, kebutuhan cairan tubuh saat berolahraga pun lebih banyak dibandingkan ketika tidak berolahraga.

2. Lingkungan

Individu di kawasan gersang dan panas membutuhkan cairan lebih banyak ketimbang mereka yang menetap di area lembap. Sebab, orang yang tinggal di daerah panas akan mengeluarkan lebih banyak keringat.

3. Penyakit

Air putih dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh yang diperlukan ketika sakit.

Saat tubuh dalam kondisi lemah, misalnya ketika sedang sakit, Anda disarankan mengonsumsi air putih lebih dari takaran normal untuk menggantikan cairan yang hilang.

4. Hamil atau menyusui

Wanita yang sedang hamil maupun menyusui membutuhkan tambahan cairan tubuh. Biasanya, bumil perlu mengonsumsi sebanyak 2,4 liter cairan per harinya dan busui membutuhkan sebanyak 3,1 liter cairan per harinya.

Apa yang bisa terjadi jika tubuh kekurangan cairan?

Menghitung kebutuhan cairan tubuh merupakan salah satu cara untuk mengetahui jumlah asupan yang diperlukan tubuh Anda. Dengan mengetahui kebutuhan cairan tubuh, Anda dapat menghindari risiko gangguan kesehatan berikut ini:

1. Serangan panas (heat stroke)

Kekurangan asupan cairan dapat menyebabkan kram sendi dan otot yang berujung pada heat stroke alias serangan panas. Seperti diketahui otot dan jantung masing-masing membutuhkan asupan cairan lebih dari 70 % dari total cairan yang Anda konsumsi sehari.

Serangan yang diawali kejang ini terjadi akibat ketidakseimbangan kadar natrium, kalium dan elektrolit tubuh.

2. Infeksi saluran kemih dan batu ginjal

Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Kurangnya asupan air putih dapat menyebabkan menumpuknya sisa produk limbah di ginjal.

Ginjal pun terancam tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu untukmenyaring racun, akibat kurangnya asupan cairan. Hal ini turut berdampak pada saluran kemih yang mengalami infeksi akibat penumpukan racun dan sisa limbah tubuh di ginjal.

3. Penurunan konsentrasi

Selain itu, kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan Anda kehilangan konsentrasi, bahkan sakit kepala.

Catatan dari SehatQ:

Untuk menghindari dehidrasi, Anda bisa mulai membawa botol minum berisi air putih sebagai bekal. Dengan demikian, Anda tidak akan kesulitan mencari air putih, bahkan ketika berada di tempat umum. Selain itu, Anda pun jadi bisa berhemat.

Sumber : https://www.sehatq.com/artikel/seperti-apa-cara-menghitung-kebutuhan-cairan-tubuh

You may also like

Leave a Comment