Chia Seed, Biji Super Penangkal Penyakit

by joe han
0 comment

Chia seed adalah biji-bijian berbentuk oval berukuran 1-2 mm ini berasal dari tanaman salvia hispanica.

Warnanya bervariasi dari hitam, abu-abu dan bercak-bercak putih.

Chia seed adalah tanaman yang berasal dari daerah Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Chia berasal dari bahasa suku Maya yang berarti kekuatan.

Menurut sejarah, budidaya chia seed sebagai bahan makanan pokok hanya dilakukan oleh suku-suku di Mexico dan Guatemala yang kemudian berkembang hingga Australia dan Asia Tenggara.

Chia seed mudah ditemukan di rak-rak supermarket maupun toko-toko yang menjual bahan makanan sehat.

Chia seed mengandung banyak zat yang dibutuhkan tubuh seperti serat, mineral dan asam lemak omega 3.

Satu porsi chia seed berukuran 30 gram mengandung 138 kalori, 9 gram lemak sehat, 10 gram serat, 6 gram protein dan kaya akan antioksidan.

Chia seed juga mengandung sejumlah seng, vitamin B1 (tiamin), vitamin B2, vitamin B3 (niasin) dan kalium.

Manfaat asam lemak omega 3 yang terkandung dalam chia seed bagi tubuh antara lain:

  1. Membantu tubuh mengatasi diabetes
  2. Melindungi tubuh dari radang persendian, kanker dan penyakit autoimun
  3. Melindungi jantung dan liver
  4. Menurunkan trigliserid, kolesterol, tekanan darah tinggi dan meminimalisir risiko penyakit jantung.

Dalam penelitian menunjukkan bahwa chia seed secara signifikan mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi yang merupakan faktor risiko kuat penyakit jantung.

Konsumsi chia seed secara rutin bermanfaat untuk meningkatkan rasa kenyang lebih lama, menstabilkan gula darah, menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki kondisi jantung serta membantu mempercepat proses penurunan berat badan.

Chia seed dapat langsung dimakan mentah atau dicampur ke dalam roti, sereal, puding dan makanan lainnya.

Chia seed saat dicampur ke dalam cairan akan menyerap air dan mengembang sehingga teksturnya berubah menjadi seperti jeli.

Kabar baik bagi Anda yang vegetarian atau alergi telur, chia seed juga dapat digunakan sebagai pengganti telur untuk membuat adonan kue.

Caranya gampang! Cukup campurkan 1 sendok chia seed dengan 2 sendok air sebagai pengganti 1 butir telur.

Hingga saat ini tidak ada informasi ilmiah yang dapat dijadikan rujukan pasti berapa jumlah chia seed yang boleh dikonsumsi dalam sehari.

Pada tahun 2000, The US Dietary Guidelines merekomendasikan penggunaan chia seed tidak melampaui 48 gram per hari tanpa penjelasan dibalik alasan rekomendasi.

Satu ons chia seed sekitar dua sendok makan mengandung 10 gram serat atau hampir setengah dari rekomendasi asupan serat harian seseorang.

Oleh sebab kandungan antioksidannya yang tinggi, chia seed menjadi tidak mudah rusak dan mudah disimpan hingga bertahun-tahun lamanya di suhu ruangan dan tempat yang kering.

sumber : Nataliussen

You may also like

Leave a Comment