Fakta di Balik Viralnya Ibu Hamil Dadakan di Tasikmalaya

by Echa
0 comment

Hamil dadakan seperti dialami seorang ibu di Tasikmalaya dikenal sebagai Cryptic Pregnancy. Ada berbagai jenis penyebab seorang ibu tidak menyadari kehamilannya. Dalam kasus  ini, sang ibu melahirkan hanya satu jam setelah menyadari dirinya hamil. Bayi laki-laki yang dilahirkannya dalam kondisi sehat.

Berikut Fakta fakta tentang Cryptic Pregnancy :

1. Tidak Menyadari Tanda-tanda kehamilan

Berbeda dengan wanita pada umumnya, Cryptic Pregnancy (kehamilan samar) biasanya tidak dirasakan oleh sang Ibu. Menurut Medicalnewstoday, Cryptic Pregnancy terjadi ketika seorang wanita tidak sadar bahwa dirinya hamil. Mereka kadang baru menyadarinya beberapa saat sebelum melahirkan.

2. Flek kehamilan Dianggap Menstruasi

Sang ibu yang mengalami Cryptic Pregnancy menganggap bahwa flek yang dikeluarkan melalui organ vagina merupakan darah menstruasi.

Menurut dr Dinda Derdameisya SpOG menyatakan bahwa sang Ibu tidak menyadari bahwa siklus haidnya kapan terakhir terjadi. Kalaupun dia mengatakan tetap keluar darah setiap bulannya, artinya ia juga tidak menghitung seberapa panjang siklusnya.

Menurut Ruswana Anwar (Ketua Komite Koordinasi Pendidikan dan Dokter Kandungan Rumah Sakit Hasan Sadikin) bahwa usia kehamilan 8-10 minggu bahkan hingga 12 minggu, beberapa Ibu hamil akan mengeluarkan flek yang berlangsung tiga sampai lima hari. Oleh sebab itu, seorang Cryptic Pregnancy akan menduga flek pada kehamilan adalah darah menstruasi.

3. Testpack ‘Negatif’ bukan berarti tidak hamil

Menurut dr Dinda Derdameisya, SpOG, mengatakan bahwa jika tes kehamilan yang dihasilkan oleh sang ibu bisa saja ‘False Negative’. Artinya, hasilnya negatif meski sebenarnya positif. Ini bisa terjadi jika pemeriksaan baru dilakukan setelah 20 minggu terjadi kehamilan, sehingga hormon HCG nya sudah menurun.

Menurutnya, Tes kehamilan dengan mendeteksi hormon HCG itu puncaknya berada di 11 minggu. Setelah itu fungsinya digantikan oleh ari-ari atau plasenta. Jadi kalau baru melakukan tes kehamilan pada 20 minggu, pasti hasilnya negatif karena Hormon HCG sudah turun.

4. Pentingnya pemeriksaan USG

Menurut dr Dinda Derdameisya, SpOG, upaya yang paling mungkin dilakukan sang Ibu untuk mendeteksi keberadaan bayi yaitu melalui USG. Pada usia 20 minggu, dalam mendeteksi secara subjektif sang Ibu seharusnya sudah bisa merasakan pergerakan bayi di dalam perutnya.

5. Biasanya Dialami Saat Kehamilan Anak Kedua atau Ketiga

Ruswana Anwar (Ketua Komite Koordinasi Pendidikan dan Dokter Kandungan Rumah Sakit Hasan Sadikin) menyatakan bahwa untuk kasus anak pertama biasanya lebih mudah dikenali tanda-tanda kehamilan, seperti pada umumnya. Akan tetapi pada kehamilan anak kedua atau ketiga, tubuh sang Ibu sudah terbiasa mengalami kehamilan, sehingga gejala tersebut menjadi tidak diperhatikan oleh sang Ibu.

Sumber :

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5101106/ibu-di-tasik-hamil-satu-jam-lalu-melahirkan-apa-risikonya-bagi-bayi

You may also like

Leave a Comment