Hati-hati, Diabetes dan Hipertensi Jadi Penyebab Utama Sakit Ginjal

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Penyakit ginjal dapat membuat organ vital ini berangsur-angsur kehilangan fungsinya. Dilansir dari Mayo Clinic, fungsi ginjal adalah menyaring limbah, elektrolit, dan kelebihan cairan dari darah. Kotoran tersebut lantas dikeluarkan dari tubuh melalui urine. Saat sakit ginjal sudah mencapai stadium lanjut atau kronis, cairan beserta sisa limbah bakal menumpuk di dalam tubuh dan membahayakan kesehatan.

Gejala penyakit ginjal berkembang seiring tingkap kerusakan ginjal. Beberapa tanda penyakit ginjal di antaranya:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Sering lelah dan lesu
  • Susah tidur Intensitas buang air kecil berubah
  • Susah fokus Pergelangan kaki dan kaki sering bengkak
  • Gatal tanpa sebab yang jelas
  • Sesak napas dan nyeri dada jika cairan menumpuk di paru-paru dan jantung

Tanda-tanda penyakit ginjal tersebut kerap diabaikan karena beberapa di antaranya mirip dengan masalah kesehatan lain. Jika ada beberapa gejala di atas, segera konsultasi ke dokter untuk mencegah kerusakan fungsi ginjal permanen atau gagal ginjal. Salah satu cara mencegah penyakit berbahaya ini adalah mengendalikan penyebab sakit ginjal. Menurut National Kidney Foundation, diabetes dan hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah dua penyebab sakit ginjal yang utama.

Bagaimana diabetes bisa jadi penyebab sakit ginjal?

Diabetes adalah penyakit yang membuat tubuh tidak bisa menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup.

Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula di dalam darah. Kadar gula darah yang tinggi bisa membahayakan kesehatan.

Diabetes dapat mencederai pembuluh darah kecil di dalam tubuh. Saat pembuluh darah di ginjal ikut terluka, ginjal tidak bisa membersihkan darah dengan optimal.

Dampaknya, tubuh jadi menahan lebih banyak air dan garam, sehingga beberapa bagian tubuh membengkak.

Kurangnya fungsi ginjal karena diabetes juga bisa membuat protein muncul di dalam urine dan limbah menumpuk di dalam darah. Selain itu, diabetes juga bisa menyebabkan kerusakan saraf. Kondisi ini membuat penderitanya susah mengosongkan kandung kemih. Tekanan dari kandung kemih yang ajek penuh dapat kembali ke atas dan melukai ginjal.

Tak hanya itu, urine yang dibiarkan mengendap lama di kandung kemih dapat mengundang bakteri biang infeksi. Infeksi dapat berkembang sampai ke ginjal. Sebanyak 30 persen penderita diabetes tipe 1 dan 40 persen penderita diabetes tipe 2 mengalami sakit ginjal.

Bagaimana hipertensi bisa jadi penyebab sakit ginjal?

Tekanan darah adalah takaran seberapa kuat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Saat tekanan tersebut terlalu tinggi, seseorang dikatakan mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu penyebab utama sakit ginjal.

Seiring berjalannya waktu, tekanan darah yang kerap tinggi dapat merusak pembuluh darah. Kondisi pembuluh darah yang tidak prima tersebut bisa mengurangi pasokan darah ke organ vital di dalam tubuh, termasuk ginjal.

Tekanan darah tinggi juga merusak alat penyaringan kecil di ginjal. Dampaknya, ginjal tidak optimal menyaring limbah dan cairan tubuh. Ketika tubuh mengalami penumpukan cairan karena kinerja ginjal kurang optimal, tekanan darah penderita yang sudah tinggi bisa semakin melonjak.

Akibatnya, tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan komplikasi penyakit ginjal merembet dan memicu penyakit jantung Untuk itu, setiap orang perlu mengontrol diabetes dan tekanan darah tinggi yang menjadi penyebab utama penyakit ginjal.

Jaga gula darah dan tekanan darah tetap stabil dengan gaya hidup sehat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Hati-hati, Diabetes dan Hipertensi Jadi Penyebab Utama Sakit Ginjal”, Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/09/13/193700268/hati-hati-diabetes-dan-hipertensi-jadi-penyebab-utama-sakit-ginjal?page=all#page2.
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

You may also like

Leave a Comment