Inilah Ragam Penyebab Rambut Rontok yang Tak Anda Duga

by Wijanto T
0 comment

Normalnya, manusia kehilangan 50 – 100 helai rambut. Bila melebihi angka tersebut, Anda mungkin mengalami rambut rontok yang cukup parah. Agar masalah ini bisa ditangani dengan tepat, kenali apa saja penyebab rambut rontok dalam ulasan berikut ini.

Apa penyebab rambut rontok?

rambut rontok saat keramas

Kehilangan lebih dari 100 helai rambut ternyata bisa menjadi pertanda adanya kerusakan pada rambut.

Hal ini dikarenakan Anda mempunyai kurang lebih 100 ribu helai rambut di kepala dan helai rambut baru akan tumbuh untuk menggantikan rambut yang rontok. Jika jumlah yang hilang lebih banyak daripada yang tumbuh, tentu Anda berisiko mengalami masalah kebotakan.

Ada banyak hal yang menyebabkan kerontokan rambut, mulai dari infeksi jamur di kulit kepala, trauma, kemoterapi, hingga penyakit autoimun. Berikut ini ragam penyebab rambut rontok yang berlebihan menurut para ahli.

1. Keturunan

Salah satu penyebab rambut rontok parah adalah keturunan. Maksudnya, ketika salah satu orangtua atau anggota keluarga pernah mengalami kerontokan, Anda juga berisiko mengalami hal yang sama.

Begini, gen dapat diturunkan dari salah satu pihak orangtua dan risikonya akan lebih besar ketika kedua orangtua Anda mengalami kerontokan.

Wanita yang mengalami penipisan rambut secara genetik (androgenetic alopecia) biasanya akan ditandai dengan penipisan di garis rambut. Walaupun kondisi ini umumnya timbul sekitar usia 50-60 tahun, tidak menutup kemungkinan gejala akan muncul dan berkembang di usia 20-an.

Selain itu, faktor genetik juga memengaruhi usia ketika rambut mulai rontok hingga tingkat keparahannya.

Umumnya, setiap kali rambut mengalami kerontokan, akan digantikan dengan rambut baru yang berukuran sama. Namun, faktor genetik membuat setiap rambut baru akan memiliki tekstur yang semakin halus dan tipis. Hal ini terjadi karena folikel rambut mengecil dan lama kelamaan berhenti tumbuh.

2. Penyakit di kulit kepala

jerawat di kulit kepala

Selain faktor genetik, penyebab rambut rontok berlebihan lainnya berasal dari penyakit pada kulit kepala. Kondisi pada kulit kepala memengaruhi pertumbuhan rambut, sehingga ketika tidak sehat dan meradang, tentu akan memicu kerontokan.

Berikut ini beberapa penyakit di kulit kepala yang dapat mengakibatkan rambut menipis.

Folikulitis

Folikulitis adalah kondisi ketika folikel rambut meradang yang disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau virus. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa gatal dan perih, kulit kepala melepuh, dan adanya jerawat di kulit kepala.

Bila rasa gatal dan rambut yang rontok tidak kunjung membaik, periksakan diri ke dokter spesialis kulit yang dapat menangani masalah rambut rontok.

Tinea capitis

Bila kulit kepala bersisik dan pitak, kemungkinan Anda mengalami gangguan kulit kepala yang bernama tinea capitis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur atau kurap yang dapat menyebabkan benjolan merah dan bercak hitam di kulit kepala.

Benjolan tersebut mengakibatkan peradangan di kulit kepala yang menjadi penyebab rambut rontok.

Psoriasis kulit kepala

Psoriasis tidak hanya terjadi di kulit kepala, melainkan juga pada dahi, bagian belakang leher dan kepala, hingga belakang telinga. Salah satu gejala awal dari psoriasis kulit kepala adalah rambut rontok dan kulit yang terasa gatal hingga mengeluarkan darah.

Tidak hanya itu, penyebab rambut rontok yang satu ini juga membuat kulit kepala kering dan menebal yang tentu dapat merusak rambut yang sehat.

3. Hipotiroidisme

Salah satu masalah hormon tiroid yang menjadi penyebab rambut rontok berlebihan adalah hipotiroidisme. Hipotiroidisme adalah kondisi saat kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon metabolisme, serta pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Gangguan tiroid ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, yaitu iodina atau yodium. Akibatnya, muncul berbagai gejala yang mengganggu, termasuk rambut rontok dan kulit serta kuku mudah patah.

4. Kekurangan vitamin dan nutrisi

Selain mengganggu kesehatan tubuh, kekurangan vitamin dan nutrisi ternyata juga menyebabkan kerontokan rambut.

Sebagai contoh, kekurangan protein ternyata bisa berpengaruh terhadap kesehatan rambut. Protein adalah zat pembangun utama tubuh, termasuk sel rambut.

Bila asupan protein terlalu rendah, struktur rambut melemah dan pertumbuhan rambut ikut melambat. Normalnya, rambut rontok yang disebabkan oleh kekurangan protein akan terlihat 2 – 3 bulan setelah Anda mengurangi konsumsi protein.

Tidak hanya protein, kekurangan zat besi pun bisa membuat rambut mudah patah dan menipis. Meski penyebab utamanya belum diketahui, para ahli percaya bahwa zat besi berperan penting dalam proses pertumbuhan rambut.

Sementara itu, ada beberapa zat gizi dari makanan untuk rambut rontok yang perlu diperhatikan, yakni:

  • zinc,
  • niacin,
  • asam lemak,
  • selenium,
  • vitamin D,
  • vitamin A dan E, serta
  • asam folat dan asam amino.

 

5. Stres

Segala macam trauma fisik dan emosi, seperti stres berat, kecelakaan, melahirkan, dan penyakit serius, dapat menjadi penyebab rambut rontok yang parah. Kondisi yang juga disebut sebagai telogen effluvium ini biasanya hanya berlangsung sementara.

Wanita yang mengalami telogen effluvium umumnya menyadari kerontokan rambut 6 minggu hingga 3 bulan setelah mengalami stres berat. Hal ini berhubungan dengan siklus pertumbuhan rambut.

Siklus pertumbuhan rambut terdiri atas tiga fase penting, yaitu masa pertumbuhan, masa istirahat, dan masa rontok. Stres berat dapat mengganggu siklus rambut, sehingga dapat mempercepat kerontokan rambut.

Kondisi ini bisa ditandai dengan helai rambut rontok dari akar yang biasanya memiliki ‘kantung’ lonjong seperti bohlam di ujungnya. Kantung tersebut menandakan bahwa rambut telah mengalami seluruh fase pertumbuhan dan siklusnya dipercepat akibat stres.

6. Perubahan hormon

tanda-tanda mau melahirkan

Tahukah Anda bahwa perubahan hormon saat hamil, melahirkan, dan menopause dapat menjadi penyebab rambut rontok? Ketiga kondisi ini ternyata berkaitan dengan perubahan hormon progesteron dan estrogen.

Sebagai contoh, ibu yang baru saja melahirkan akan mengalami penurunan kadar estrogen. Alhasil, rambut akan lebih cepat memasuki fase istirahat (telogen).

Pada saat fase ini terjadi, rambut akan mengalami kerontokan setiap harinya dan semakin hari akan semakin banyak. Tidak perlu khawatir karena rambut rontok yang terjadi usai melahirkan biasanya tidak menyebabkan kebotakan.

Dalam waktu 6 bulan rambut akan kembali tumbuh meski dengan tekstur yang terlihat berbeda. Bila Anda mengalami kerontokan setelah melahirkan lebih dari 12 bulan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Di lain sisi, penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon antara seks dan pria juga bisa membuat rambut rontok. Kondisi yang disebut sindrom ovarium polikistik (PCOS) ini muncul akibat kelebihan hormon androgen.

Hormon androgen yang berlebih dapat menimbulkan kista di dalam rahim, kenaikan berat badan, hingga kerontokan rambut.

7. Anemia

Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau hemoglobin di dalam darah berkurang drastis. Hemoglobin merupakan senyawa protein yang membawa oksigen di dalam sel darah merah.

Anemia biasanya terjadi akibat kekurangan zat besi dan bisa menimbulkan gejala yang cukup mengganggu, termasuk rambut rontok dan mengalami sakit kepala.

Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan asupan zat besi yang memadai untuk membawa oksigen ke sel tubuh lewat darah, termasuk folikel rambut. Itu sebabnya, penderita anemia lebih rentan mengalami kerontokan.

8. Obat-obatan tertentu

Rambut rontok juga dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti obat untuk kanker, depresi, masalah jantung, dan tekanan darah tinggi. Selain itu, kelebihan suplemen vitamin A ternyata juga memicu rambut rontok.

9. Cara menjaga kesehatan rambut

Meski bukan penyebab utama, cara merawat rambut ternyata juga berpengaruh terhadap kerontokan rambut. Misal, sering menata rambut dengan catokan atau alat pengering rambut dapat merusak sifat alami rambut, terutama suhu yang digunakan terlalu panas.

Suhu yang terlalu panas dapat menghilangkan kelembapan alami rambut dengan mengurangi kandungan airnnya. Akibatnya, rambut pun rusak, bercabang, dan kering. Bahkan, penggunaan kedua alat tersebut juga menghambat pertumbuhan rambut.

Selain itu, sering mengikat rambut atau menggunakan produk berbahan kimia yang keras juga menurnukan kekuatan akar rambut.

10. Trikotilomania sebagai penyebab rambut rontok

Trikotilomania adalah gangguan kontrol yang menyebabkan seseorang akan terus menerus mencabut rambutnya. Kebiasaan ini biasanya dilakukan disadari. Tidak hanya mencabuti rambut yang ada di kulit kepala, penderitanya juga dapat menarik alis, bulu mata, dan rambut di bagian lainnya.

Bila tidak segera ditangani, kulit kepala akan mengalami iritasi dan merusak perlindungan alami rambut. Akibatnya, kebotakan di area rambut yang dicabuti pun terjadi.

Sebenarnya, ada berbagai cara mudah mengatasi rambut rontok. Namun, alangkah baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter rambut agar lebih mudah mengetahui perawatan rambut rontok yang cocok untuk Anda.

 

Sumber :  https://hellosehat.com/penyakit-kulit/perawatan-rambut/penyebab-rambut-rontok/

 

 

 

You may also like

Leave a Comment