Jerawat

by Wijanto T
0 comment

Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung, dan dada.

Munculnya jerawat biasanya disebut juga dengan istilah breakoutMeski jerawat dapat dialami oleh siapa saja, namun sebagian besar kasus jerawat terjadi di masa puber, yaitu pada remaja berusia 10-13 tahun, dan semakin buruk pada orang dengan kulit berminyak. Terkadang, jerawat juga bisa muncul pada bayi dan anak-anak.

Jerawat pada remaja umumnya akan hilang dengan sendirinya pada awal usia 20 tahun. Namun pada sebagian kasus, masih ada yang mengalami masalah jerawat hingga usia 30 tahun, terutama wanita.

Gejala

Jerawat dapat tumbuh hampir di seluruh bagian tubuh, namun umumnya jerawat muncul di wajahleher, bahu, dada, dan punggung. Gejalanya adalah munculnya bintik (komedo) yang berwarna hitam atau putih.

Komedo hitam adalah bintik berwarna hitam yang muncul di permukaan kulit. Bintik hitam tersebut bukan berasal dari kotoran, namun karena terpapar dengan oksigen di udara. Sedangkan komedo putih terletak di bawah permukaan kulit, dan memiliki tekstur yang lebih keras.

Selain komedo hitam dan komedo putih, ada pula bentuk jerawat yang diperparah oleh peradangan, di antaranya:

  • Pustula. Benjolan kecil yang di ujungnya terdapat nanah.
  • Papula. Benjolan kecil kemerahan yang biasanya menyakitkan.
  • Nodul. Benjolan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit, dan kadang terasa menyakitkan.
  • Kista. Benjolan besar berisi nanah yang terasa menyakitkan. Sama seperti nodul, kista juga terbentuk di bawah permukaan kulit.
Penyebab Jerawat

Terdapat empat kondisi yang dapat menyebabkan jerawat, yaitu:

  • Produksi sebum berlebih. Sebum adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering.
  • Sumbatan pada folikel rambut. Jerawat muncul ketika folikel rambut tersumbat oleh campuran sel kulit mati dan sebum.
  • Bakteri. Jenis bakteri Propionibacterium acnes bisa berkembang dan menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan.
  • Hormon. Aktivitas hormon androgen berlebih dapat menyebabkan jerawat.

Folikel yang tersumbat bisa membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam bila terpapar dengan dunia luar. Kondisi tersebut sebaiknya jangan dianggap remeh, karena bisa berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista, apabila terkontaminasi oleh bakteri kulit.

Faktor Risiko Jerawat

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat, di antaranya:

  • Perubahan hormon. 80% kasus jerawat pada wanita terjadi karena adanya perubahan hormon pada masa tertentu, misalnya menjelang menstruasi, tiga bulan pertama masa kehamilan, atau akibat PCOS.
  • Masa pubertas. Pada masa pubertas, aktivitas hormon testosteron akan meningkat. Akibatnya kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak dari yang dibutuhkan kulit.
  • Keturunan. Seseorang dari keluarga yang bermasalah dengan jerawat lebih berisiko mengalami jerawat.
  • Gesekan kulit dengan benda, contohnya jerawat di wajah akibat terlalu sering mengenakan penutup kepala, jerawat di leher karena pemakaian baju yang terlalu ketat di bagian kerah, atau jerawat di punggung akibat sering menggunakan ransel.
  • Stres. Meski stres tidak menyebabkan jerawat, namun dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.
  • Konsumsi obat-obatan, seperti penggunaan litium, kortikosteroid, atau obat antikejang.
  • Penggunaan kosmetik.
  • Merokok.
Diagnosis Jerawat
  • Tingkat 1 – jerawat hanya berupa komedo putih atau komedo hitam, dengan sedikit papula dan pustula.
  • Tingkat 2 – beberapa papula dan pustula muncul di wajah.
  • Tingkat 3 – muncul banyak papula, pustula, dan nodul, pada wajah, dada, dan punggung.
  • Tingkat 4 – sejumlah besar pustula dan nodul muncul di kulit, disertai rasa sakit.

Pemeriksaan penunjang biasanya tidak dilakukan, kecuali pada kasus jerawat yang muncul tiba-tiba pada wanita dewasa yang disertai dengan gejala siklus menstruasi yang tidak teratur. Atau bila terdapat hirsutisme, yaitu tumbuhnya rambut lebat di bagian yang biasanya berambut pada pria, seperti wajah atau dada. Hal tersebut dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon akibat PCOS. Untuk memastikannya, dokter akan melakukan USG panggul yang dikombinasikan dengan tes darah.

Pengobatan Jerawat

Pengobatan jerawat bisa membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat keparahan jerawat yang dialami. Untuk jerawat ringan yang berupa bintik-bintik atau komedo, penanganannya cukup menggunakan krim atau gel dengan kandungan benzoyl peroxide, yang dapat dibeli tanpa resep dokter.

Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide berfungsi sebagai antiseptik, yang berfungsi membunuh bakteri di permukaan kulit. Zat ini juga membantu mengurangi komedo dan mengatasi radang. Benzoil peroksida tersedia dalam bentuk gel atau krim, dan digunakan pada wajah yang berjerawat, 20 menit sesudah cuci muka.

Gunakan obat ini secukupnya, karena penggunaan yang berlebihan bisa memicu iritasi kulit. Bila perlu, berkonsultasilah dengan dokter mengenai pemakaian benzoyl peroxide. Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan obat ini, karena bisa menyebabkan kulit wajah menjadi lebih sensitif. Selain itu, jangan sampai obat ini mengenai rambut atau pakaian karena dikhawatirkan akan merubah warna rambut atau pakaian tersebut.

Selain membuat kulit kering, beberapa efek samping yang timbul dari penggunaan obat ini adalah gatal, sensasi terbakar pada kulit, serta kulit menjadi kemerahan dan mengelupas. Efek samping tersebut akan hilang dengan sendirinya setelah pasien selesai menjalani pengobatan.

Untuk menghilangkan jerawat, benzoyl peroxide dapat digunakan selama 6 minggu. Namun, beberapa penderita dapat disarankan untuk terus menggunakan obat ini dengan frekuensi yang lebih jarang, untuk mencegah jerawat kembali muncul.

Retinoid topikal

Retinoid topikal bekerja dengan membuang sel kulit yang mati di permukaan kulit, sehingga tidak menyumbat folikel rambut. Jenis retinoid yang digunakan untuk mengobati jerawat adalah tretinoin topikal dan adapalene. Obat ini dipakai sekali sehari tiap sebelum tidur.

Gunakan retinoid topikal sesuai dosis, dan lindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebihan. Tidak disarankan digunakan oleh wanita hamil, karena obat ini berisiko menyebabkan cacat lahir bagi janin yang dikandungnya.

Sama seperti benzoyl peroxide, pemakaian retinoid topikal umumnya dijalani hingga 6 minggu. Namun untuk mencegah jerawat kembali muncul, pasien dapat disarankan untuk terus menggunakan obat ini, dengan frekuensi yang lebih jarang.

Antibiotik topikal

Antibiotik topikal membunuh bakteri yang menginfeksi folikel rambut yang tersumbat. Obat ini tersedia dalam bentuk cairan atau gel yang dioleskan pada jerawat selama 6-8 minggu. Setelah jangka waktu tersebut, pemakaian obat ini harus dihentikan agar bakteri tidak berbalik menjadi kebal terhadap obat ini, sehingga bisa mengakibatkan infeksi bertambah atau jerawat semakin parah. Meski jarang terjadi, pengobatan ini bisa menimbulkan efek samping seperti iritasi dan kemerahan pada kulit, serta terasa panas dan terkelupas.

Asam azelaic

Asam azelaic bekerja dengan membuang sel kulit mati dan membunuh bakteri, dan tersedia dalam bentuk krim. Obat ini dapat digunakan bila pasien yang mengalami iritasi akibat pemakaian retinoid topikal atau benzoyl peroxide.

Asam azelaic biasanya digunakan 2 kali sehari, atau 1 kali sehari bagi pasien yang memiliki kulit sensitif. Meski obat ini tidak membuat pemakainya sensitif terhadap sinar matahari, asam azelaic dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kering, gatal, kemerahan, dan perih.

Tablet antibiotik

Jerawat yang parah dapat ditangani dengan pemberian antibiotik minum yang dikombinasikan dengan pengobatan topikal. Pengobatan bisa berlangsung hingga 4-6 bulan, tergantung pada reaksi pasien.

Jenis tablet antibiotik yang dapat diresepkan dokter adalah tetracycline. Namun pada ibu hamil atau menyusui, obat ini tidak bisa diberikan. Sebagai penggantinya, dokter akan meresepkan erythromycin yang lebih aman untuk digunakan.

Selain dapat membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, tetracycline bisa mengurangi efektivitas pil KB pada beberapa minggu pertama pengobatan. Karena itu, dokter akan menganjurkan pasien menggunakan alat kontrasepsi lain seperti kondom, selama menjalani pengobatan dengan tetracycline.

Terapi hormon

Terapi hormon bisa berdampak positif pada wanita berjerawat, terutama bila jerawat muncul selama masa menstruasi, atau jika terkait dengan gangguan hormon seperti PCOS. Dokter akan menyarankan untuk konsumsi pil KB kombinasi. Umumnya jerawat akan hilang meski butuh waktu hingga 1 tahun.

Antiandrogen

Apabila jerawat tidak bisa ditangani dengan antibiotik, dokter bisa memberikan antiandrogen. Obat ini bekerja dengan menghalangi efek hormon androgen pada kelenjar minyak. Salah satu contoh obat antiandrogen adalah spironolactone.

Isotretinoin

Isotretinoin adalah obat jerawat berbentuk tablet, yang memiliki sejumlah kegunaan seperti mencegah tersumbatnya folikel rambut, mengurangi jumlah bakteri di kulit, membantu mengontrol produksi sebum, serta mengurangi kemerahan dan bengkak di sekitar jerawat.

Umumnya isotretinoin digunakan selama 4-6 bulan sebelum hasilnya terlihat. Pada 7-10 hari pertama pengobatan, jerawat akan memburuk. Meski demikian, tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut normal pada awal konsumsi.

Terlepas dari berbagai kegunaannya di atas, isotretinoin juga dapat menyebabkan sejumlah efek samping. Oleh karena itu, obat ini hanya disarankan bagi pasien yang mengalami jerawat parah, dan tidak bisa pulih dengan pengobatan lain. Beberapa efek samping yang umum terjadi meliputi

  • Perubahan kadar gula darah.
  • Kulit kering, retak, dan mengalami peradangan, terutama di bibir dan sekitar lubang hidung.
  • Terdapat darah dalam
  • Blefaritis atau radang kelopak mata.
  • Konjungtivitis atau radang pada selaput luar mata.

Pada kasus yang jarang terjadi, isotretinoin juga dapat menimbulkan efek samping berupa hepatitis (radang hati), pankreatitis (radang pankreas), dan penyakit ginjal. Untuk mencegah efek samping tersebut, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani tes darah sebelum dan selama menjalani pengobatan dengan obat ini.

Penting diketahui, isotretinoin bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi. Karena itu, obat ini harus dihindari oleh ibu hamil. Pada wanita yang memasuki usia subur, sebaiknya gunakan satu atau dua metode kontrasepsi selama 1 bulan sebelum pengobatan dimulai, selama pengobatan berjalan, dan selama 1 bulan setelah pengobatan usai. Selain itu, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menjalani tes kehamilan sebelum, selama, dan setelah pengobatan.

Sejumlah pasien mengaku mengalami perubahan suasana hati saat mengonsumsi obat ini. Karena itu, beri tahu dokter bila Anda mengalami perubahan suasana hati seperti merasa lebih agresif, tertekan, atau ada keinginan untuk bunuh diri selama menggunakan obat ini.

Terapi Non Obat

Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa teknik pengobatan jerawat, yang dapat dilakukan tanpa atau dengan disertai konsumsi obat, antara lain:

  • Chemical peels. Pada prosedur ini, kulit yang berjerawat akan dikelupas agar tumbuh lapisan kulit baru. Pada prosesnya, peeling melibatkan bahan kimia seperti asam salisilat, asam glikolat, atau asam retinoat.
  • Terapi laser dan fotodinamikyaitu penanganan jerawat dengan membunuh bakteri penyebab jerawat, dan mengurangi produksi minyak di kulit, dengan menembakkan laser pada kulit yang berjerawat.
  • Suntik kortikosteroid. Nodul dan kista dapat ditangani dengan menyuntikkan kortikosteroid langsung ke area kulit yang berjerawat. Terapi ini dapat mengatasi jerawat dalam waktu cepat dan mengurangi nyeri.
  • Ekstraksi komedo. Pada terapi ini, dokter menggunakan alat khusus untuk mencabut komedo yang tidak hilang dengan obat topikal. Terapi ini dapat menimbulkan bekas luka.

Selain sejumlah langkah pengobatan di atas, jerawat ringan bisa ditangani secara mandiri, dengan beberapa langkah berikut:

  • Gunakan pembersih wajah ringan dan air hangat untuk membersihkan area kulit yang berjerawat, dua kali dengan sabun pembersih wajah dalam sehari. Untuk pasien yang mengalami jerawat di kulit kepala, lakukan keramas setiap hari.
  • Gunakan produk kosmetik berbasis air yang tidak menghalangi pori-pori kulit, serta hindari produk perawatan kulit yang mengandung minyak.
  • Jangan mencoba menghilangkan komedodengan menekannya, karena bisa menyebabkan infeksi atau meninggalkan bekas luka.
  • Pada sebagian orang, sinar matahari bisa memperburuk jerawat. Ada pula obat jerawat yang malah membuat jerawat memburuk bila terkena sinar matahari. Untuk mencegahnya, gunakan pelembab dan tabir surya yang noncomedogenic atau tidak mengandung minyak.
  • Hindari kontak kulit dengan ponsel, helm atau ransel terlalu sering. Tekanan atau gesekan pada kulit bisa menimbulkan jerawat.
  • Selalu mandi setelah menjalani aktivitas berat, untuk membersihkan kulit dari minyak dan keringat.

Pencegahan Jerawat

Meski jerawat sulit dicegah, beberapa langkah di bawah ini bisa dilakukan untuk meminimalkan kemunculannya:

  • Cuci muka dua kali sehari dengan pembersih wajah bebas minyak.
  • Hindari produk kosmetik yang mengandung minyak.
  • Jangan menggunakan pakaian yang terlalu ketat.
  • Bersihkan rias wajah sebelum tidur.
  • Selalu mandi setelah beraktivitas.
  • Kelola stres dengan baik.

Komplikasi Jerawat

Jaringan parut atau bekas luka jerawat yang sering disebut bopeng adalah komplikasi jerawat yang umum terjadi. Meski semua jenis jerawat dapat menimbulkan bopeng, tetapi yang paling sering meninggalkan bekas adalah jerawat bentuk nodul dan kista. Selain itu, bopeng juga dapat timbul akibat memecahkan jerawat dengan sengaja.

Ada 3 jenis jaringan parut pada kasus jerawat. Pertama, jaringan parut berupa lubang kecil dan dalam di permukaan kulit, seperti ditusuk dengan jarum (ice pick scars). Kedua, jaringan parut yang terbentuk di bawah permukaan kulit, sehingga membuat kulit tidak rata (rolling scars). Ketiga, jaringan parut yang berbentuk lonjong dan menyerupai kawah (boxcar scars).

Untuk menghilangkan bekas jerawat hanya dapat dilakukan dengan tindakan bedah kosmetik, di antaranya:

Dermabrasi

Dermabrasi dilakukan dengan mengangkat lapisan luar kulit menggunakan laser atau sikat kawat khusus. Biasanya kulit pasien akan kemerahan dan terasa sakit selama beberapa bulan setelah menjalani prosedur ini, sebelum hasilnya terlihat.

Terapi laser

Prosedur ini dapat digunakan untuk mengobati bekas luka jerawat yang ringan dan menengah. Pengobatan laser dibagi menjadi dua, yaitu pengobatan laser ablatif dan nonablatif.

Pada prosedur ablatif, laser digunakan untuk mengangkat bagian kecil kulit di sekitar bekas luka, untuk menghasilkan sel kulit baru. Sedangkan pada prosedur nonablatif, laser digunakan untuk merangsang tumbuhnya protein kulit atau kolagen baru, yang akan membantu memperbaiki penampilan dan kerusakan akibat bekas luka.

Subcision

Dalam prosedur ini, dokter akan memisahkan lapisan luar kulit dari jaringan parut yang ada di bawahnya. Pemisahan ini akan membuat darah menggumpal di area tersebut dan membentuk jaringan ikat. Jaringan ikat inilah yang akan meratakan jaringan parut dengan permukaan kulit. Untuk mendapatkan hasil lebih sempurna, biasanya dokter akan menjalankan terapi laser atau dermabrasi setelah prosedur subcision.

Punch technique

Selanjutnya ada teknik pemulihan jerawat yang disebut punch technique. Biasanya teknik ini digunakan untuk menangani jaringan parut jenis ice pick dan boxcar. Ada tiga jenis punch technique, yaitu:

  • Punch elevationDilakukan dengan membuang dasar jaringan parut melalui bedah, dan menyisakan bagian tepi dari bekas luka. Setelah itu, bagian dasar tadi disatukan dengan tepi bekas luka, kemudian ditarik atau diangkat agar sejajar dengan permukaan kulit.
  • Punch excision. Teknik ini digunakan untuk menangani ice pick Caranya adalah dengan mengangkat bekas jerawat, dan menutup luka yang tersisa. Saat bekas luka sembuh, area kulit yang dibedah akan terlihat lebih halus dan rata.
  • Punch grafting.Digunakan untuk mengobati ice pick yang dalam, dengan cara yang sama seperti punch excision. Namun pada teknik ini, bekas luka akan ditambal dengan mengambil kulit dari bagian tubuh lain (dicangkok), misalnya dari kulit belakang telinga.

Selain bekas luka, efek samping juga dapat muncul setelah menggunakan obat jerawat. Segera ke dokter bila muncul efek samping seperti:

  • Pembengkakan pada wajah, mata, bibir, atau lidah.
  • Radang tenggorokan dan sesak napas.
  • Pingsan.

Gambar Jerawat

Komedo

jerawat-alodokter
Beberapa komedo di lipatan nasolabial. Sumber: Sand M, et al. Openi, 2010.

Komedo terbagi menjadi dua jenis, yaitu komedo hitam dan putih. Perbedaan di antara keduanya terletak pada penyumbatan dan pengerasan sebum atau minyak. Pada komedo hitam, penyumbatan terjadi di atas pori-pori kulit sehingga tampak terbuka. Sebum tersebut akan berubah watna menjadi cokelat atau hitam setelah tekena udara.

Sedangkan pada komedo putih, penyumbatan oleh sebum terjadi di bawah atau di dalam pori-pori. Mekipun pori-pori terlihat menutup, namun akan terasa seperti benjolan kecil padat ketika kulit ditekan.

Papula dan pustula

jerawat2-alodokter
Papula dan pustula. Sumber: Pontello R, et al.  Openi, 2013.

Gambar di atas menunjukkan sekumpulan papula dan pustula. Sekilas bentuk keduanya hampir serupa. Jerawat papula ditandai dengan benjolan lunak berwarna merah yang terasa menyakitkan. Sedangkan pada benjolan pustula ujungnya berwarna putih yang berasal dari penumpukan nanah.

Kista dan nodul


Jerawat kista dan nodul. Sumber: Naveenhooda23 dari Wikimedia Commons, 2013.

Gambar di atas menunjukkan jerawat kista dan nodul yang menyebar di bagian tubuh penderitanya. Jerawat kista terbentuk ketika bakteri, sebum, dan sel-sel kulit yang mati menyumbat bagian dalam pori-pori. Benjolan jerawat kista tampak seperti bisul besar dan terasa menyakitkan. Benjolan yang berisi nanah tersebut biasanya akan meninggalkan bekas luka permanen setelah sembuh.

Sedangkan pada jerawat nodul ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan keras, besar, dan terasa menyakitkan dari bawah permukaan kulit dalam jumlah yang cukup banyak. Sama seperti kista, nodul merupakan kategori jerawat parah dan bisa meninggalkan bekas permanen pada kulit setelah sembuh.


Bekas luka akibat jerawat. Sumber: Rumansava dari Wikimedia Commons, 2013.

Terakhir diperbarui: 17 Juli 2018
Ditinjau oleh: dr. Tjin Willy
Sumber : https://www.alodokter.com/jerawat

You may also like

Leave a Comment