Kapan Waktu Terbaik untuk Berolahraga?

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Olahraga teratur sangat penting bagi kesehatan tubuh. Sayangnya, di tengah segala aktivitas yang dilakukan, olahraga sering menjadi hal yang tak terjamah. Mulai dari berbagai pekerjaan rumah tangga hingga pekerjaan kantor sudah menyita waktu. Akibatnya, untuk berolahraga, banyak orang mencuri waktu di sela kesibukannya. Olahraga memang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Tapi, untuk mengoptimalkan hasilnya, kapankah waktu terbaik untuk berolahraga? Pagi hari pilihan terbaik

Dilansir dari Time, waktu terbaik untuk berolahraga menurut para ahli adalah pagi hari. Hal ini disampaikan oleh Anthony Hackney, profesor di departemen ilmu olahraga di University of North Carolina Capel Hill. Hackney menyebut, berolahraga di pagi hari terutama dengan perut kosong adalah cara terbaik untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan.

Lebih lanjut, Hackney mengatakan bahwa sebagian besar komposisi hormonal tubuh di pagi hari dibentuk untuk mendukung tujuan tersebut. “Pada awal pagi, Anda memiliki profil hormon yang akan membuat Anda cenderung memiliki metabolisme lemak yang lebih baik,” ujar Hackney. Secara alami, pada pagi hari, orang mengalami peningkatan kadar kortisol dan hormon pertumbuhan. Kedua hormon ini terlibat dalam metabilisme. “(Jadi, Anda akan) menggunakan lebih banyak energi dari cadangan lemak Anda,” kata Hackney. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa olahraga pagi juga membantu mengurangi nafsu makan sepanjang hari. Ini bisa melindungi dari penambahan berat badan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Physiology menemukan bahwa berolahraga pada jam 7 pagi bisa menggeser ritme tubuh lebih awal. Artinya, Anda akan lebih fokus pada pagi hari dan lelah di malam hari. Ini membuat Anda memiliki waktu istirahat yang cukup. Tak sampai di situ saja, keringat pagi juga memiliki efek positif pada kesehatan mental dan produktivitas sepanjang hari.

Olahraga di pagi hari merangsang endorfin yang membuat perasaan Anda baik sepanjang hari. Meski begitu, olahraga pagi tidak bisa cocok bagi semua orang. Apalagi jika Anda bukan orang yang terbiasa bangun pagi. “Anda mungkin berolahraga, tetapi mungkin pada tingkat intensitas rendah sehingga tidak benar-benar menghabiskan banyak energi,” kata Hackney.

Olahraga siang hari bisa jadi pilihan

Jika sulit untuk melakukan olahraga pagi, Hackney menyebut olahraga siang hari juga pilihan yang baik. Apalagi jika Anda melakukan rutinitas yang panjang dan ketat. Seperti yang disebutkan, olahraga pagi ideal untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan. Hal ini tidak sepenuhnya berlaku bagi olahraga siang. Olahraga pada siang hari lebih cenderung berguna untuk meningkatkan kinerja, karena sebelum berolahraga Anda akan makan terlebih dahulu. “Setiap kali Anda makan, kadar gula darah Anda naik,” kata Hackney. “Gula dalam bentuk glukosa darah adalah salah satu hal yang kita butuhkan jika mencoba bekerja dalam intensitas lebih tinggi,” imbuhnya. Olahraga siang juga bisa jadi cara bagus untuk menghindari kemalasan di akhir hari. Penelitian dalam Journal of Physiology menemukan bahwa berolahraga pukul 13.00 hingga 16.00 bisa menggeser ritme tubuh Anda dengan cara yang sama dengan olahraga pagi. Bahkan, sekadar berjalan cepat bisa membantu Anda kembali bersemangat dan fokus. Melansir dari Healthline, antara jam 2 siang hingga 6 sore, suhu tubuh manusia mencapai puncaknya. Ini berarti ketika Anda berolahraga pada waktu-waktu tersebut, tubuh berada dalam kondisi paling siap. Hal ini juga berpotensi menjadikan siang ke sore hari menjadi waktu olahraga yang paling efektif.

Olahraga malam juga tidak buruk

Bagi banyak orang, waktu paling nyaman berolahraga adalah malam hari seusai melakukan semua pekerjaan. Waktu malam hari membuat Anda merasa tidak terburu-buru untuk melakukan olahraga karena tidak ada lagi pekerjaan rumah maupun kantor yang menanti. Tapi, menurut kepercayaan, olahraga malam justru membuat Anda sangat lelah hingga sulit tidur.

Sementara itu, studi di Journal of Physiology menemukan bahwa berolahraga antara pukul 19.00 hingga 22.00 membuat ritme tubuh terlambat. Ini sering diterjemahkan ke waktu tidur. Meski begitu, Hackney menyebut dia tidak yakin bahwa itu adalah masalahnya. “Bukti menunjukkan bahwa, selama Anda tidak berolahraga, mandi, dan kemudian segera bersiap tidur, itu sama sekali tidak mengganggu pola tidur Anda,” ucap Hackney. Dia menambahkan, olahraga penghilang stres seperti yoga di malam hari justru bisa membantu tidur lebih baik. Makalah terbaru di jurnal Experimental Physiology menunjukkan, olahraga pada malam hari tidak mengganggu tidur. Bahkan, seiring waktu, olahraga malam bisa mengurangi kadar hormon ghrelin yang merangsang lapar sehingga bisa bantu menurunkan berat badan.

Waktu terbaik untuk berolahraga

Di antara ketiga waktu olahraga itu, Hackney mengatakan bahwa pagi hari adalah saat terbaik. Olahraga pagi memanfaatkan potensi bilogi dan psikologi Anda secara maksimal. Di luar itu, Hackney juga menyebut tidak ada waktu yang buruk untuk berolahraga. Dia menegaskan, yang paling penting adalah menemukan waktu berolahraga. “Jika Anda akan melakukan di pagi hari, lakukanlah. Jika Anda akan melakukannya di malam hari, lakukanlah,” kata Hackney.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kapan Waktu Terbaik untuk Berolahraga?”, https://health.kompas.com/read/2020/07/29/060400168/kapan-waktu-terbaik-untuk-berolahraga-?page=all#page2.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Akses Kompas.com lebih cepat dan mudah melalui aplikasi
Google Play: https://bit.ly/3g85pkA
Apple App Store: https://apple.co/3hXWJ0L

You may also like

Leave a Comment