Kebangkitan Casio di Era Millennial

by sdk
0 comment

DARI GRAND PIANO CLASSIC SAMPAI KEYBOARD UNTUK PEMULA

Sejarah Casio.
Sebelum kita membahas mengenai kemunculan product atau merk keyboard seperti Casio, ada baiknya kalau kita tarik dulu
kebelakang mengenai awal kemunculan keyboard elektronik di abad ke 20 pertama kali di perkenalkan oleh Laurens Hammond di Amerika Serikat pada tahun 1935. Sejak saat itulah mulai berkembang puluhan musik instrument dapat kita mainkan hanya dengan satu alat music yaitu Keyboard. Lalu berdasarkan fungsinya keyboard di kembangkan lagi menjadi empat macam : Arranger , Controller, Synthesizer, Workstation.

Casio pertama kali didirikan oleh seorang insinyur teknologi fabrikasi bernama Tadao Kashio pada tahun 1946. Sebelumnya
sang insinyur Tadao Kashio memasarkan pipa yubiwa, dan cincin jari yang di gunakan untuk membantu memegang rokok
tanpa harus menyentuh langsung rokok tersebut. Lalu setelah perang dunia ke 2 yang membuat Jepang menjadi negara
miskin, Tadao Kashio dan saudara-saudaranya mengembangkan hasil keuntungan dari usaha pipa yubiwa menjadi Kalkulator
sendiri. Dengan ilmu pengetahuannya di bidang elektronik yang dia miliki, lalu Tadao Kashio pada tahun 1954 menciptakan
sebuah kalkulator berukuran meja pertama saat itu di Jepang. Lalu pada tahun 1957 di rilis sebuah nama Casio dengan model
14-A pertama di dunia kalkulator listrik yang di pasarkan pada teknologi relay yang juga di tandai dengan berdirinya Casio
Computer Co.Ltd. lalu seiring berjalannya waktu Casio melirik pasar musik instrument dengan menghadirkan Keyboard
Elektronik pada tahun 1980.

Review Casio GP 500
Berbicara mengenia keyboard, Casio sebenarnya bukanlah nama baru di dunia industry musik instrument. Bukanlah sekedar isapan jempol belaka saat para kompetitornya seperti Yamaha, Roland, Korg, melihat product Casio GP 500. karena dengan di perkenalkannya serie GP 500 ini jelas pasar musik instrumen yang sepertinya kurang memperhitungkan product Casio saat ini mulai melirik keindahan dan kemewahan GP 500. Masyakarat penikmat musik klasik dan pianist yang menyukai Grand Piano kini tidak perlu lagi khawatir dengan harga alat musik tersebut yang terkesan sangat mahal. Untuk menarik para musisi seperti pianist atau keyboardist Casio sangat mengiurkan dengan harga yang terbilang cukup bersahabat.

Ada beberapa spesifikasi yang di miliki oleh Casio GP 500 ini sendiri, seperti jumlah tuts 88 yang di kemas dengan Hammer berskala 5 dengan sensitive respon hasil sampling piano merupakan kerja sama penembang suara dengan 256 polifoni. Lalu untuk tampilan sendiri GP 500 menggunakan Celviano Grand Hybrid yang menyerupai piano terkenal dunia hingga ke
aspek kecil sekalipun. Bahkan Casio sampai mendatangkan 3 Piano terkenal di dunia untuk program sampling tersebut. Ketiga piano tersebut di datangkan langsung dari Berlin, Hamburg, dan Wina. Casio sangat sungguh-sungguh dalam meneliti dan menganalisis setiap karakteristik unik yang di miliki oleh ke tiga piano tersebut untuk mengembangkan Celviano
Grand Hybrid.

Tidak puas sampai di situ saja sang insinyur lalu memasukan teknologi modern ke dalamnya dengan menghadirkan 60 tones, lalu di tambah dengan fitur Recorder yang memudahkan sang pianist untuk bisa menikmati hasil permianannya sendiri dengan cara merekamnya. Tidak berhenti sampai di situ hadirnya fitur USB sebagai tambahan system modern untuk memudahkan kita untuk melakukan proses rekaman yang dapat di hubungakan langsung dengan Laptop atau Komputer.

Review Casio AP-270
Hampir mirip dengan GP 500 Casio menciptakan sebuah Piano Digital yang di beri nama AP-270. Tidak berbeda jauh dengan kemewahan dan keistimewaan GP 500, sang insinyur pun menghadirkan 88 tuts pada AP-270 namun yang berbeda di sini hanya mempunyai 3 sensiif renspon yang memliki 22 tones dengan 60 songs, dan hanya menyajikan 192 polifoni dengan jumlah suara bawaan 22 seperti Grand Piano (konser, Mellow, Bright) ,piano modern, piano rock, piano jazz, organ pipa, organ elek, dll. Tidak berbeda dengan pesohornya GP 500 di dalam AP-270 memberikan fitur Port USB yang diperuntukan agar para penikmatnya dapat menyambungkan lansung dengan computer untuk proses perekaman atau yang biasa di sebut dengan Recording atau pemindahan data.

Review Casio PX-X series
Berbicara mengenai dunia digital Piano sangatlah pantas bila kita memasukan nama Casio PX-X Series kedalam pilihan utama pianist atau keyboardist. Karena di sini kita bisa melihat bagaimana indahnya piano digital yang super slim dengan hadirnya pilihan tiga warna (merah, putih, hitam). Jadi jelas bahwa sang insinyur tersebut ingin memberikan keindahan sebuah Piano tidak berhenti hanya di suara yang dapat kita nikmati, tapi keindahan warna warni untuk mata para penikmatnya.

Review Casiotone
Casiotone pertama hadir pada tahun 1980. Awalnya Casiotone itu sendiri di ciptakan agar orang itu sendiri dapat bermusik dengan sangat mudah. Setelah genap usia Casio Elektronik Musical Instruments berkiprah di pasar dunia music instrument, Casio pun kembali menghadirkan Casiotone dengan design terbaru dan teknologi yang sudah sangat jauh berkembang. Generasi terbaru dari Casiotone ini di design untuk memberikan pengalaman bermusik yang lebih menyenangkan dan fleksibel dan juga kemudahan untuk semua orang yang bisa di lakukan kapan saja dan di mana saja. Tidak berhenti sampai di situ di sini Casio kembali menyajikan tiga pilihan warna (merah, putih, hitam), serta Port USB dan tambahan Applikasi untuk belajar sambil bermain di Komputer Tablet atau Handpone yang bisa didownload langsung dari AppStore atau Play Store dengan nama Applikasi Chordana atau Chordana Play yang pastinya sangat di sukai oleh para kaum Millennial.

You may also like

Leave a Comment