Kedamaian Pikiran

by joe han
0 comment

Cobalah bertanya kepada tetanggamu, “Apa yang dapat membuat pikiranmu damai?”

Dia mungkin akan menjawab, “Mendapat uang tambahan satu juta dolar,” atau “Sebuah Ferrari model baru akan membuat saya merasa damai.”

Sekarang bayangkan dalam pikiranmu.

Tetanggamu membeli sebuah tiket lotre dan memenangkan sebuah Ferrari model terbaru sesuai yang dia impikan.

Puas?

Beberapa waktu kemudian saat di parkiran menunggu istrinya belanja, tetanggamu mendapatkan mobilnya tergores tanpa mengetahui siapa pelakunya.

Segala perasaan marah bercampur murka berkecambuk di hatinya, ia berkata, “Seandainya saja saya bisa mengetahui siapa pelakunya. Saya akan menangkapnya dan mematahkan batang lehernya.”

Sahabat, ini hanya cerita ilustrasi.

Jangan diambil hati.

Percayalah bahwa sangat jarang terjadi kedamaian pikiran datang melalui barang-barang yang kita impikan.

Mendapatkan barang yang kita inginkan biasanya akan memicu keinginan untuk mendapatkan lebih banyak lagi barang lainnya.

Kedamaian pikiran dimulai dengan RASA BERSYUKUR.

RASA BERSYUKUR adalah KEKUATAN untuk memperoleh KEDAMAIAN HATI.

Ketika kita mau berterima kasih untuk apa yang kita miliki saat ini.

Hal ini akan menghadirkan perasaan cukup dan perasaan cukup inilah yang melahirkan rasa damai di hati.

Mereka yang selalu mengeluh tentang apa yang tidak dimilikinya, maka mereka akan terus terjebak dalam situasi yang sama di waktu yang berbeda.

Pengeluh akan selalu menarik lebih banyak hal lainnya lagi untuk dikeluhkan.

Ini adalah sebuah hukum kehidupan.

Hal ini mungkin sulit dijelaskan tetapi kita bisa mengamati yang terjadi di sekitar kita.

Itulah sebabnya mengapa para ahli spiritual mengajarkan pelajaran yang sama.

Mulailah segala sesuatu dengan mengucap syukur dan berterima kasih.

Berbahagailah dengan apa yang kamu miliki sekarang ini maka kedamaian akan selalu hadir bersemayam dalam hati.

Semakin sering kamu mengucapkan “terima kasih” secara diam-diam, maka kamu akan merasakan perasaan damai itu semakin kuat tumbuh mengakar di hati.

Salam damai.

(Natalius Sen)

You may also like

Leave a Comment