Kotoran Telinga Berwarna Hitam: Penyebab dan Cara Mengatasi

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Di balik kesan menjijikkan bagi sebagian orang, kotoran telinga bisa menjaga indra pendengaran agar tetap sehat. Melansir Healthline, kotoran telinga membantu mencegah debu, kotoran, sampo, air, serangga, kuman, atau zat asing masuk ke kuping. Manfaat kotoran telinga juga membantu menjaga keseimbangan asam untuk melindunginya dari infeksi.

Serumen atau kotoran telinga diproduksi oleh kelenjar di bagian luar saluran telinga. Serumen terdiri atas lemak, keringat, dan sel dari bagian dalam telinga. Sebagian besar kotoran telinga umumnya berwarna kuning, agak basah, dan lengket. Namun, ada juga kondisi yang membuat kotoran telinga berwarna hitam.

Penyebab kotoran telinga berwarna hitam

Melansir Medical News Today, kotoran telinga secara alami akan menumpuk di saluran telinga. Semakin lama menumpuk, warna serumen kuning bisa semakin gelap. Seiring bertambahnya usia, kotoran telinga bisa menjadi lebih kering. Sehingga, proses membersihkan telinga secara alami jadi terganggu. Akibatnya, kotoran telinga bisa menumpuk dan berubah warna dari kuning menjadi hitam.

Kendati jamak diidap orang berusia lanjut, namun kotoran telinga berwarna hitam juga bisa dialami siapa saja.

Beberapa penyebab kotoran telinga berwarna hitam di antaranya:

  • Penumpukan kotoran telinga berlebihan

Dalam kondisi normal, kotoran telinga secara rutin keluar dari telinga. Namun, beberapa kondisi membuat kelenjar menghasilkan kotoran telinga berlebihan. Produksi kotoran telinga berlebihan ini dapat menumpuk di saluran telinga dan membuat warna serumen menghitam.

  • Teganjal benda asing

Menggunakan pengumbat telinga, headset, atau alat bantu dengar secara rutin rentan membuat kotoran telinga berwarna hitam. Benda asing yang menyumbat telinga ini dapat mendorong kotoran telinga kembali masuk ke saluran telinga. Akibatnya, kotoran telinga terhambat keluar dan menumpuk di saluran telinga.

  • Membersihkan telinga dengan cotton bud

Kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud berisiko mendorong kotoran telinga kembali ke bagian dalam saluran kuping. Kondisi ini rentan menekan kotoran masuk sampai gendang telinga. Selain membuat kotoran telinga berwarna gelap, kondisi ini juga bisa memicu sakit telinga, gangguan pendengaran, dan pusing.

Cara mengatasi kotoran telinga berwarna hitam

Di banyak kasus, kotoran telinga berwarna hitam tidak menimbulkan masalah kesehatan serius. Anda bisa mengatasi kotoran telinga berwarna hitam di rumah dengan obat sakit telinga atau obat tetes telinga.

Jika perawatan di rumah tidak berhasil dan kotoran telinga berwarna hitam disertai rasa sakit, Anda wajib berkonsultasi ke dokter. Anda juga perlu ke dokter apabila baru kali pertama mengalami kotoran telinga berwarna hitam.

Selain itu, kotoran telinga berwarna hitam juga bisa jadi tanda ada masalah kesehatan apabila disertai nyeri, mual, dan pusing.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kotoran Telinga Berwarna Hitam: Penyebab dan Cara Mengatasi”, Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/07/31/090300568/kotoran-telinga-berwarna-hitam–penyebab-dan-cara-mengatasi?page=all#page2.
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

You may also like

Leave a Comment