Menelusuri Dari Mana Munculnya Virus Corona

by joe han
0 comment

Banyak orang yang masih awam dengan asal muasal virus Covid 19 yang melanda berbagai negara. Simak penelusuran tentang virus covid 19 di bawah ini!

Dunia sedang dilanda ketakutan akan pandemi Corona. Lebih dari 200 negara dari semua benua terjangkit virus ini. Alhasil tak sedikit negara yang menutup jalur keluar masuk antar negara untuk menghindari penyebaran virus yang lebih luas lagi.

Banyak orang yang tentu penasaran dengan dari mana munculnya virus corona. Apalagi virus tak kasat mata ini membuat masyarakat dunia harus mengubah gaya hidupnya secara drastis. Di Indonesia sendiri aturan memakai masker terus digencarkan bahkan bagi yang melanggar didenda hukuman sosial atau uang. Aktivitas yang mengikutsertakan banyak orang juga dilarang dilakukan seperti acara pernikahan untuk sementara waktu.

Asal Usul Virus Corona

Berdasarkan Coronavirus Worldometer jumlah kasus di seluruh dunia mencapai 14 juta jiwa. Kasus coronavirus US menempati urutan pertama bahkan beberapa negara menerapkan US travel banIni artinya warga non-Amerika dilarang memasuki wilayah negara tersebut khususnya untuk traveling.

Virus ini nyatanya bisa menular dari manusia ke manusia. Sebelum penularan seperti ini virus corona diketahui berasal dari hewan. Jenis virus corona sebenarnya ada 7 jenis sementara yang kini banyak menjangkit masyarakat dunia dikenal dengan covid 19 atau coronavirus 2019.

Kasus coronavirus memang tergolong virus yang zoonosis sama seperti Mers dan Sars. Artinya virus ditularkan melalui hewan ke manusia yang diduga a berasal dari hewan dibawah ini :

Kelelawar

Hewan pertama yang diduga membawa virus covid 19 ialah kelelawar. Berdasarkan analisis filogenetik ada kemiripan antara virus covid 19 dengan Sars. berdasarkan lamanCenters for Disease Control and Prevention (CDC) memang ada manusia yang tertular virus corona dari hewan ini.

Terlebih kasus pertama virus ini berasal dari Wuhan, China. Masyarakat Wuhan dikenal gemar menyantap hewan pengerat seperti kelelawar. Ditambah lagi kasus covid 19 pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut Wuhan.

Kasus pertama di Wuhan terjadi pada pedagang di pasar tersebut yang kemudian kontak dengan beberapa orang. Kota ini bahkan harus diisolasi berbulan-bulan dengan memutus transportasi umum ke Wuhan. Warga Wuhan juga dilarang meninggalkan kota tersebut dengan alasan apapun.

Biarpun begitu menurut peneliti kelelawar biasanya akan tidur di musim dingin. Sementara kasus pertama covid 19 di Wuhan terjadi pada bulan Desember 2019. Hal ini yang masih misteri di kalangan peneliti.

Ular

Ada pula peneliti yang menduga virus covid 19 berasal dari ular. Kode protein dalam covid 19 mirip dengan kode protein pada hewan melata tersebut. Sayangnya peneliti masih mempertanyakan bagaimana virus ini mampu beradaptasi dengan sel inangnya yang memiliki darah panas dan dingin. Ilmuwan masih membutuhkan verifikasi urutan genetika covid 19 pada ular.

Trenggiling

Selain kelelawar dan ular peneliti juga mencurigai trenggiling sebagai pembawa virus corona.  Menurut penelitian South China Agricultural University menyatakan bahwa trenggiling adalah hewan paling mungkin sebagai inang perantara virus. Pasalnya metagenome trenggiling 99% sama dengan milik pasien covid 19.

Sayangnya menurut jurnal Nature, trenggiling tidak diperdagangkan di pasar Wuhan. Trenggiling juga termasuk mamalia yang ilegal untuk diperdagangkan. Hingga saat ini belum ada kejelasan terkait hewan apa yang menularkan virus corona ke manusia.

Terlebih sulit untuk WHO untuk menelusuri kasus pertama di Wuhan. Hal ini terganjal otoritas pemerintah China dan kasus covid 19 telah terjadi lebih dari 6 bulan lamanya.

Gejala dan Penularannya

Untuk mencegah penyebarannya WHO merekomendasikan physical distancing. Setiap orang harus berjarak minimal 2 meter agar droplet air liur saat berbicara tak mengenai lawan bicara. Penggunaan masker juga diwajibkan serta disarankan untuk rajin cuci tangan.

WHO menyatakan bahwa virus corona bisa menular melalui droplet air liur, kontak langsung dengan pasien terjangkit covid 19 serta muntahan. Penting bagi masyarakat saat ini menjaga kebersihan khususnya saat menggunakan fasilitas umum. Virus covid 19 nyatanya bisa bertahan cukup lama di benda mati seperti gagang pintu.

Gejala klinis yang timbul dari virus ini adalah adanya demam, batuk, pilek, gangguan pernafasan hingga letih dan lesu. Bila mengalami gejala tersebut ada baiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti tes PCR untuk mendeteksi virus dalam tubuh. Lakukan karantina mandiri bila Anda sempat kontak dengan pasien positif covid 19.

Sumber :

https://www.sehatq.com/artikel/virus-corona-berasal-dari-kelelawar-benarkah-demikian

https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/09/061000865/benarkah-virus-corona-penyebab-covid-19-berasal-dari-pasar-wuhan?page=all

https://bali.idntimes.com/health/medical/denny-adhietya/asal-muasal-dan-perjalanan-virus-corona-dari-wuhan-ke-seluruh-dunia-regional-bali/2https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4960182/cara-penyebaran-virus-corona-covid-19-menurut-who

You may also like

Leave a Comment