Mengapa Lemak Visceral Berlebih Memicu Gangguan Kesehatan Kronis?

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Lemak visceral atau yang kerap disebut lemak perut merupakan lemak tubuh yang disimpan di dalam lemak perut. Jenis lemak ini terletak dekat di beberapa organ vital, seperti hati, lambung, dan usus. Selain mengganggu penampilan, lemak visceral juga bisa meningkatkan berbagai risiko kesehatan serius. Cara paling mudah untuk mengetahui adanya penumpukan lemak visceral di tubuh bisa dilakukan dengan mengukur pinggang kita. Menurut ilmuwan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, wanita yang memiliki ukuran pinggang lebih dari 88 centimeter berisiko tinggi mengalami berbagai gangguan kesehatan karena penumpukan lemak visceral.

Sedangkan pria memiliki risiko yang sama saat memiliki ukuran lingkar pinggang lebih dari 101 centimeter. Berbagai riset telah membuktikan, penumpukan lemak visceral bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti berikut:

  • gangguan kardivaskular
  • diabetes tipe 2
  • stroke
  • kanker payudara
  • kanker kolorektal
  • alzheimer.

Mengapa lemak visceral berbahaya bagi kesehatan?

Menghimpun data Epic Wellness, lemak visceral bisa memicu berbagai risiko kesehatan karena dapat meningkatkan pelepasan protein dan hormon yang memicu peradangan. Peradangan ini dapat merusak arteri dan mempengaruhi fungsi hati sehingga tubuh sulit memecah gula dan lemak. Lemak visceral juga bisa meningkatkan produksi kolesterol jahat. Seiring berjalannya waktu, hal ini bisa menyebabkan peradangan dan mempersempit arteri. Kondisi ini bisa meningkatkan tekanan darah, membebani kinerja jantung, dan meningkatkan risiko pembekuan darah.

Cara mengatasi

Penumpukan lemak visceral bisa kita atasi dengan rutin olahraga dan menerapkan pola makan sehat. Itu sebabnya, kita disarankan untuk melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari. Pastikan untuk memperbanyak latihan kardio dan kekuatan. Pasalnya, olahraga kardio membantu tubuh membakar lemak lebih cepat. Sedangkan latihan kekuatan membantu tubuh membakar kalori lebih banyak. Idealnya, kita harus melakukan olahraga kardio selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu.

Untuk latihan kekuatan kita bisa melakukannya minimal tiga kali seminggu. Selain itu, stres juga bisa memicu peningkatan lemak visceral. Untuk menerapkan pola makan yang sehat, kita harus membiasakan diri mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang. Oleh karena itu, kita juga harus menghindari makanan tinggi gula, makanan olahan, dan makanan berlemak. Sebaiknya, kita memperbanyak konsumsi protein, sayuran, dan karbohidrat kompleks.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mengapa Lemak Visceral Berlebih Memicu Gangguan Kesehatan Kronis?”, Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/09/10/060000768/mengapa-lemak-visceral-berlebih-memicu-gangguan-kesehatan-kronis-?page=all#page2.
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

You may also like

Leave a Comment