Mengenal Golongan Darah A, B, AB, dan O Beserta Karakteristiknya

by Wijanto T
0 comment

Apa golongan darah Anda? A, B, O, atau AB? Pada dasarnya setiap orang memiliki tipe darah yang berbeda-berbeda. Perbedaan tipe golongan ini didasari oleh ada tidaknya antigen pada sel darah merah dan plasma darah. Mengingat darah memiliki peran penting untuk tubuh, maka Anda perlu mengetahui karakteristik setiap tipe darah tersebut. Simak ulasan lengkap tentang tipe darah di bawah ini.

Apa saja karakteristik golongan darah?

Darah yang ada di dalam tubuh umumnya mengandung komponen dasar yang sama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Sel darah merah yang diproduksi di sumsum tulang belakang berperan dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Setiap 600 sel darah merah dalam tubuh, hanya ada 40 trombosit dan satu sel darah putih yang bertugas untuk melindungi tubuh Anda dari kuman penyakit.

Pada permukaan sel darah merah terdapat protein yang berikatan dengan karbohidrat. Ikatan inilah yang digunakan untuk menentukan tipe darah yang Anda miliki, disebut dengan antigen.

Antigen dikelompokkan ke dalam delapan tipe darah dasar, yaitu A, B, AB, dan O yang masing-masing bisa memiliki variasi positif atau negatif (rhesus).

Golongan darah atau tipe darah Anda diturunkan dari orangtua Anda. Pengelompokan darah yang paling umum disebut dengan sistem golongan darah ABO.

Berikut ini adalah karakterisitik golongan darah:

  • A: hanya memiliki antigen A pada sel darah merah (dan antibodi B dalam plasma)
  • B: hanya memiliki antigen B pada sel darah merah (dan antibodi A dalam plasma)
  • AB: memiliki antigen A dan B pada sel darah merah (tetapi tidak memiliki antibodi A maupun B di dalam plasma)
  • O: tidak memiliki antigen A dan B pada sel darah merah (tetapi punya antibodi A dan B ada di dalam plasma)

Seberapa penting mengetahui jenis tipe darah?

Mengetahui golongan darah sangat penting, terutama jika Anda hendak melakukan transfusi atau donor darah. Pasalnya, pasien yang menerima darah dengan golongan yang tidak cocok sering kali mengalami reaksi berbahaya.

Jika tipe darah A memberikan darah pada pasien bergolongan darah B,  tubuh akan memicu respons kekebalan untuk menghancurkan zat asing yang dianggap tidak cocok dengan tubuhnya.

Umumnya orang yang bergolongan darah O negatif dapat mendonorkan darahnya ke semua tipe darah, karena tipe darah ini tidak memiliki antibodi yang dapat memicu reaksi. Itulah sebabnya, golongan O sering disebut sebagai donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O hanya bisa menerima transfusi dari orang bergolongan darah O pula.

Sementara, golongan AB sering disebut sebagai penerima (resipien) universal karena orang dengan tipe darah ini bisa mendapatkan transfusi darah dari golongan A, B, AB, ataupun O. Namun, tipe darah ini hanya bisa mendonorkan darahnya pada orang yang dengan tipe darah yang sama.

Meskipun tipe darah O disebut sebagai donor universal dan tipe darah AB sebagai penerima universal, donor darah dan transfusi darah tetap dianjurkan ke tipe darah yang sama. Orang bergolongan darah O dapat menjadi donor untuk tipe darah apa pun hanya saat kondisi gawat darurat, begitu juga dengan tipe darah AB yang dapat menerima donor dari tipe darah apa pun hanya dalam keadaan gawat darurat.

tes darah deteksi kesehatan jantung

Selain antigen A dan B, ada juga antigen ketiga yang disebut dengan faktor Rh (rhesus) yang dapat berupa present (+) atau absent (-). Anda mungkin lebih mengenalnya dengan rhesus positif atau negatif.

Anda juga perlu tahu rhesus yang Anda miliki sebelum transfusi ataupun donor. Faktor Rh ini tidak berhubungan dengan kesehatan Anda secara umum. Perbedaan ini terjadi karena faktor genetik. Meski begitu, hal ini penting juga untuk diperhatikan ketika Anda ingin transfusi darah.

Apa pengaruh tipe darah orangtua terhadap tipe darah anak?

Seperti warna mata dan jenis rambut, tipe darah juga diwariskan secara genetik dari orangtua. Oleh karena itu, tipe darah orangtua akan menentukan tipe darah anak juga nantinya.

Namun demikian, tipe darah anak tidak selalu sama persis dengan orangtua. Pasalnya berbagai kombinasi tipe darah dapat menghasilkan jenis yang berbeda pula.

cek golongan darah sendiri

Jika Anda bingung, berikut ini tipe darah yang mungkin akan dimiliki anak Anda.

  • Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama AB, anak Anda mungkin akan memiliki golongan AB, atau AB.
  • Jika tipe darah Anda AB dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan AB, atau AB.
  • Jika tipe darah Anda AB dan pasangan A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan AB, atau AB.
  • Jika darah Anda AB dan pasangan O, anak Anda mungkin akan memiliki golongan A atau B.
  • Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau B.
  • Jika tipe darah Anda A dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan OA, B, atau AB.
  • Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau A.
  • Jika tipe darah Anda O dan pasangan B, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau B.
  • Jika tipe darah Anda O dan pasangan A, anak Anda mungkin akan memiliki golongan O atau A.
  • Jika tipe darah Anda dan pasangan sama-sama O, anak Anda akan memiliki golongan O.

Apa risiko penyakit yang sesuai dengan tipe darah?

tes viral load hepatitis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tipe darah Anda ditentukan oleh zat-zat yang terkandung dalam darah. Namun, tahukah Anda jika zat tersebut dapat berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh yang bisa memengaruhi risiko Anda terkena penyakit tertentu di kemudian hari?

Jadi, entah itu tipe darah A, B, AB, atau O, Anda bisa saja lebih rentan atau justru kebal terhadap masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit jantung, kanker, atau penyakit lainnya. Hal ini berdasarkan beberapa penelitian baru yang menemukan hubungan sejumlah penyakit dengan tipe darah tertentu.

Meskipun masih dibutuhkan penelitian lanjutan, mengetahui potensi risiko sejak dini akan sangat membantu Anda mencegah kena berbagai macam penyakit nantinya.

Berikut ini beberapa risiko penyakit berdasarkan tipe darah.

Golongan darah A

Anda yang memiliki darah jenis ini berisiko 20% lebih tinggi terkena kanker perut dibandingkan orang yang bergolongan darah B atau O. Penelitian ini didasari oleh Gustaf Edgren MD, PHD, seorang ahli epidemiologis di Karolinska University Hospital Swedia.

Menurutnya, orang bergolongan darah A dan AB memiliki reaksi sistem kekebalan tubuh yang lebih sensitif terhadap bakteri H. pylori, yaitu bakteri penyebab kanker perut.

Anda dapat mengurangi risiko penyakit ini dengan membatasi konsumsi daging olahan kaya akan nitrat seperti sosis, kornet, nugget, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, orang yang memiliki tipe darah ini juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan dengan golongan A.

Golongan darah B

Orang dengan tipe darah B lebih berisiko terkena penyakit di bawah ini:

  • Diabetes tipe 2
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit jantung

Jika Anda pemiliki tipe darah B, Anda dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung, darah tinggi, dan diabetes dengan menerapkan gaya hidup sehat. Mulailah untuk memperbaiki pola makan Anda dan perbanyak aktivitas fisik.

Golongan darah AB

Menurut penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh para ahli dari University of Vermont, orang yang bergolongan darah AB lebih berisiko mengalami gangguan kognitif dibandingkan yang lainnya.

Olahraga secara rutin dan banyak mengonsumsi makanan yang baik untuk otak adalah cara utama mencegahnya.

Olahraga dan melakukan banyak aktivitas fisik dapat melancarkan sirkulasi dan membawa lebih banyak oksigen ke otak. Selain itu, lakukan kegiatan yang membuat otak Anda terpacu untuk terus bekerja dan berpikir, seperti belajar bahasa asing, bermain TTS, serta membaca buku yang sulit.

Golongan darah O

Menurut hasil studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health, tipe darah O memiliki risiko 23% lebih rendah terkena penyakit jantung dibanding dengan tipe darah lainnya. Sayangnya, pemilik tipe darah ini lebih rentan terhadap penyakit lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

Untuk mencegah risiko tersebut, selalu perhatikan asupan makanan Anda. Jangan lupa, imbangi pula dengan penerapan hidup sehat secara keseluruhan seperti berhenti merokok, membatasi minum alkohol, serta mengontrol berat badan.

Hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit di atas memang telah ditemukan oleh beberapa penelitian di berbagai belahan dunia. Namun, kebanyakan penelitian tidak berhasil menyimpulkan apa penyebab yang membuat tipe-tipe darah memiliki risiko tinggi terkena penyakit tertentu.

 

Sumber : https://hellosehat.com/kelainan-darah/golongan-darah/jenis-golongan-darah/

 

 

https://www.instagram.com/p/CHflFPeh1W6/

You may also like

Leave a Comment