Mulai Rajin Olahraga Kok Malah Berat Badan Meningkat?

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Banyak orang mulai berolahraga demi mendapatkan bentuk tubuh dan berat badan ideal. Kebanyakan, mereka ingin menurunkan berat badan dengan cara yang sehat seperti berolahraga dan mengatur pola makan. Namun, sering kali saat mulai berolahraga jarum di timbangan justru bergeser ke kanan atau berat badan bertambah.

Tentu hal ini sering membuat orang panik bahkan takut untuk lanjut berolahraga. Merangkum dari Cleveland Clinic, perkiraan kenaikan berat badan beberapa kilogram di awal memulai berolahraga adalah hal yang biasa terjadi. Meski begitu, tidak perlu panik karena jarum timbangan tidak akan terus ke kanan jika Anda bertahan dan rutin melakukan olahraga. Namun, apa alasan di balik penambahan berat badan di awal memulai rutinitas olahraga? Hal ini ternyata karena saat memulai program olahraga, tubuh secara alami akan mengalami beberapa perubahan di beberapa bulan awal. Sacara garis besar, ada beberapa alasan mengapa kita menglami kenaikan berat badan di awal program olahraga.

1. Peradangan pasca-olahraga

Rangkaian program olahraga yang baru mulai Anda lakukan meyebabkan robekan mikro atau juga dikenal trauma mikro dan beberapa peradangan di otot. Hal ini biasanya akan menyebabkan Anda merasakan nyeri otot di awal program olahraga. Kedua kondisi di serat otot ini juga membuat berat badan bertambah karena tubuh akan merespons trauma mikro dan peradangan ini dengan dua cara. Respons tubuh yang pertama adalah penyembuhan.

Saat terjadi trauma mikro dan peradangan di serat otot, tubuh akan menahan cairan di area tersebut untuk mencoba menyembuhkannya. Karena itu, bobot Anda mungkin akan bertambah. Respons kedua adalah dengan peningkatan bahan bakar otot. Hal ini adalah cara tubuh memberikan energi pada otot. Sayangnya, hal ini biasanya akan membuat berat badan bertambah awalnya. Itu karena sumber energi yang dibutuhkan adalah glikogen atau gula yang diubah oleh sel otot. Saat mulai berolahraga secara teratur, tubuh akan menyimpan lebih banyak glikogen.

2. Penambahan berat otot

Dikutip dari Verywell Fit, setelah berolahraga, biasanya orang akan mulai mendapatkan otot. Setiap aktivitas fisisk biasanya akan membuat beberapa peningkatan massa otot. Hal ini juga akan menambah berat badan Anda di awal program olahraga. Itu artinya, meskipun kehilangan lemak, tapi Anda mungkin mengalami peningkatan masa otot yang membuat bobot bertambah.

3. Penggunaan suplemen

Beberapa orang melakukan olahraga disertai dengan konsumsi suplemen atau minuman berenergi tertentu. Biasanya, suplemen atau minuman berenergi ini mengandung karbohidrat yang berfungsi untuk membantu memulihkan glikogen otot.

Hasilnya, peningkatan simpanan air dalam tubuh kemungkinan menambah berat badan Anda. Tapi, tidak hanya karbohidrat dalam suplemen saja yang jadi penyebabnya. Suplemen kreatin yang banyak digunakan atlet juga mungkin membuat Anda mendapatkan efek serupa. Kreatin menyebabkan penambahan berat badan melalui peningkatan massa otot atau retensi cairan.

4. Makanan tinggi serat yang tidak tercerna

Di hidup sehat, banyak orang mengimbangi olahraga dengan makanan kaya serat. Serat diketahui membuat feses menjadi kurang kering dan lebih mudah dikeluarkan. Ini artinya terjadi peningkatan berat feses. Dengan kata lain, sebelum feses bisa dikeluarkan, Anda mungkin mengalami peningkatan berat badan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mulai Rajin Olahraga Kok Malah Berat Badan Meningkat?”, Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/09/26/150500868/mulai-rajin-olahraga-kok-malah-berat-badan-meningkat-?page=all#page2.
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

You may also like

Leave a Comment