Mungkinkah Berlian Bisa Hancur Terbakar? Sains Jelaskan

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Berlian adalah tanda cinta yang abadi. Demikian yang sering digaungkan tentang berlian. Selain itu, berlian juga sering disebut lebih baik dari emas, karena bisa bertahan miliaran tahun. Tetapi, bisakah berlian terbakar? Dengan penerapan panas yang tepat dan oksigen yang cukup, berlian rupanya bisa terbakar hingga mengeluarkan asap. Sama seperti batubara, berlian adalah karbon. Dibandingkan batubara, dibutuhkan lebih banyak usaha untuk membuat berlian terbakar dan menjaganya tetap menyala, hingga akhirnya berlian hancur terbakar.

Triknya adalah menciptakan kondisi yang tepat, sehingga berlian padat dapat bereaksi dengan oksigen yang dibutuhkan untuk menyalakan api. “Anda harus mengubah karbon padat itu menjadi bentuk gas, sehingga dapat bereaksi dengan udara untuk membuat nyala api,” kata Rick Sachleben, pensiunan ahli kimia dan anggota American Chemical Society. Menurut fisikawan West Texas A&M University, Christopher Baird cara terbaik untuk membakar berlian adalah dengan suhu panas yang sangat tinggi. Dalam suhu ruangan udara, berlian akan terbakar di sekitar suhu 1.652 derajat Fahrenheit (900 derajat Celcius). Sebagai perbandingan, batubara volatil tinggi (batubara yang mengandung sejumlah besar gas yang mudah dilepaskan) terbakar pada suhu sekitar 1.233 F (667 Celcius), sedangkan kayu dapat terbakar pada suhu 572 F (300 Celcius) atau kurang, tergantung pada jenisnya. Saat pertama kali dipanaskan, berlian akan bersinar merah, lalu putih. Panas memungkinkan reaksi antara permukaan berlian dan udara, mengubah karbon menjadi gas karbon monoksida yang tidak berwarna dan tidak berbau (atom karbon ditambah atom oksigen). “Karbon ditambah oksigen untuk membuat karbon monoksida menghasilkan panas; karbon monoksida yang bereaksi dengan oksigen akan menghasilkan lebih banyak panas. Kemudian, panas yang meningkat menyebabkan karbon monoksida menjauh, sehingga lebih banyak oksigen dibawa masuk,” kata Baird seperti dilansir Live Science, Senin (7/9/2020).

Api tersebut, bagaimanapun, hanya akan menghasilkan cahaya. Untuk menjaga nyala api di permukaan berlian biasanya membutuhkan dorongan ekstra hingga 100% oksigen daripada udara ruangan, yang hanya mengandung 22% oksigen. Peningkatan konsentrasi ini memberikan reaksi yang dibutuhkannya untuk ‘mengabadikan diri’. Karbon monoksida meningkat dari berlian yang menyala dengan adanya oksigen, sehingga menciptakan api yang seolah menari di permukaan batu. “Hampir semuanya terbakar dalam oksigen murni,” kata Sachleben.

Bahkan menurut Gemological Institute of America (GIA), tanpa oksigen murni, berlian dapat rusak oleh nyala api. Biasanya, berlian yang terperangkap dalam kebakaran rumah atau oleh obor perhiasan yang terlalu panas tidak akan terbakar hingga berasap, melainkan akan terbakar di permukaan sehingga terlihat keruh dan putih. Memotong bagian yang terbakar akan menampilkan batu yang lebih kecil, tetapi sekali lagi batu itu tetap sebening kristal, demikian menurut GIA. Ketika karbon terbakar dalam oksigen, reaksi itu menghasilkan karbon dioksida dan air. Berlian dengan karbon murni secara teoritis bisa lenyap seluruhnya jika dibakar cukup lama. Namun, sebagian besar berlian memiliki setidaknya beberapa pengotor seperti nitrogen, jadi reaksinya tidak mungkin sesederhana itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mungkinkah Berlian Bisa Hancur Terbakar? Sains Jelaskan”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/09/07/130110823/mungkinkah-berlian-bisa-hancur-terbakar-sains-jelaskan?page=all#page2.
Penulis : Bestari Kumala Dewi
Editor : Bestari Kumala Dewi

You may also like

Leave a Comment