Nanas Hingga Tomat, Ini 4 Bahan Alami dengan Khasiat Antihistamin Alami

by Wijanto T
0 comment

Tiap orang punya pemicu atau alergen berbeda yang menyebabkan munculnya reaksi alergi. Untuk meredakannya, selain obat seperti chlorpheniramine maleate, bisa juga dengan mengonsumsi antihistamin alami.

Namun perlu diingat, sumber alami untuk meredakan reaksi alergi ini tidak diatur jelas berapa dosisnya. Jadi, pastikan tidak ada efek samping dari mengonsumsi makanan atau ekstrak tumbuhan tertentu.

Perlukah antihistamin alami?

seorang perempuan sedang sesak napas

Histamin adalah zat yang diproduksi tubuh ketika mendeteksi benda asing yang berpeluang mengganggu tubuh. Ini terjadi ketika alergen mengalami kontak dengan sel di membran mukosa dalam hidung, mulut, tenggorokan, paru-paru, perut, dan juga usus.Ketika histamin dilepaskan, maka akan muncul reaksi alergi. Gejala-gejalanya sangat mirip dengan saat mengalami flu.Beberapa reaksi yang umum terjadi di antaranya:

Mengalami beberapa gejala di atas tentu menyebabkan rasa tidak nyaman. Obat antihistamin bekerja untuk membuat produksi histamin lebih lambat, bahkan berhenti. Dengan demikian, reaksi alergi tidak akan terlalu parah.

Jenis antihistamin alami

Ada banyak obat yang dapat meredakan reaksi alergi, baik yang dijual bebas maupun diresepkan oleh dokter. Apabila khawatir dengan kemungkinan mengalami efek samping, bisa memilih yang alami seperti:

1. Jelatang

Sesuai namanya, jelatang atau stinging nettle terasa sedikit menyengat saat disentuh. Tanaman ini sudah umum digunakan sebagai pengobatan herbal dan juga berfungsi sebagai antihistamin alami.

Dalam sebuah studi tahun 2000, 58% partisipan merasa gejala alerginya mereda setelah mengonsumsi ekstrak jelatang dengan dosis 300 mg/hari. Bahkan, 69 partisipan di antaranya mengaku dampaknya lebih baik ketimbang konsumsi obat biasa. 

2. Quercetin

buah apel

 

Contoh makanan nabati yang mengandung quercetin di antaranya sayuran hijau, brokoli, tomat, berries, bawang merah, apel, dan lainnya. quercetin merupakan senyawa flavonoid yang memiliki khasiat antihistamin.

 

Dalam sebuah studi tahun 2007, konsumsi makanan dengan kandungan quercetin dapat mengurangi efek samping alergi terhadap pernapasan. Studi ini dilakukan lewat uji laboratorium terhadap tikus. Cara kerjanya adalah dengan mengurangi respons peradangan di saluran pernapasan

3. Bromelain

buah nanas

Buah yang mengandung enzim bromelain alami adalah nanas. Ketika digunakan sebagai obat alergi, bromelain bekerja dengan mengurangi pembengkakan, utamanya di area hidung dan sinus.

Bromelain bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen. Namun jika ragu berapa dosis yang paling tepat, mengonsumsi buah nanas adalah cara alami yang direkomendasikan.

4. Butterbur

Butterbur atau Petasites hypridus adalah tanaman yang dianggap efektif mengurangi intensitas dan frekuensi migrain. Tak hanya itu, ekstrak tumbuhan ini juga dapat membantu meredakan reaksi alergi yang berhubungan dengan pernapasan.

Dalam sebuah penelitian, orang dengan alergi mengakui merasakan kondisinya membaik setelah mengonsumsi suplemen butterbur. Umumnya, suplemen ini tersedia dalam bentuk ekstrak minyak dan tablet.

Meskipun sumber antihistamin alami di atas mudah ditemukan dan aman dikonsumsi, namun tidak ada aturan pakai yang pasti untuk mengonsumsinya. Dosisnya pun bisa berbeda antara satu orang dan lainnya.

Dengan demikian, pastikan sumber pereda alergi alami yang dikonsumsi memang benar-benar aman. Jika dikemas dalam bentuk suplemen, pastikan kualitasnya teruji.

Selain itu, antisipasi kemungkinan adanya reaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lainnya. Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen yang merupakan antihistamin alami.

Catatan dari SehatQ

Tak kalah penting, orang dengan alergi juga sebaiknya memaksimalkan konsumsi makanan bergizi dan berolahraga. Upaya-upaya itu akan membantu kinerja sistem imun menjadi semakin optimal.

Sumber : https://www.sehatq.com/artikel/nanas-hingga-tomat-ini-bahan-alami-dengan-khasiat-antihistamin-alami

You may also like

Leave a Comment