Nasib UMKM di Masa Pandemi, Akankah Dapat Bertahan?

by vivanetagnt
0 comment

Nasib UMKM di tengah pandemi bagai simalakama. Di sisi lain pemerintah ingin rakyatnya sehat, namun disisi lain mereka ingin roda ekonomi tetap berjalan.

Pandemi Covid 19 telah meluluh-lantakkan berbagai macam sektor industri perekonomian di tanah air. Nasib UMKM ditengah pandemi pun seolah tinggal di ujung tanduk. Sampai kapan ini akan berakhir? Tak adakah solusinya?

Nasib UMKM di masa pandemi Covid 19

Sejak meluasnya pandemi covid 19 di Indonesia, banyak sektor ekonomi di negeri ini yang seolah mati suri. Kebijakan work from home hingga peraturan PSBB di berbagai wilayah kian mencekik leher roda kehidupan masyarakat.

Semua mengeluh ini itu meski tak banyak dari mereka yang masih dapat bertahan hidup mengandalkan tabungan. Perusahaan mulai gusar dengan mulai mengurangi karyawan secara masal. Begitu pula dengan pelaku UMKM yang bak anak ayam kehilangan induknya.

Jika kita flashback ke tahun 1998 dan tahun 2008 dimana krisis moneter tengah merongrong Indonesia, UMKM hadir sebagai penyelamat. Ia bahkan dapat membantu sektor ekonomi negeri ini disaat perusahaan besar hampir gulung tikar.

Masih lekat di kenangan, bagaimana saat itu UMKM menjadi pahlawan ekonomi negeri yang tengah lesu. Jangakauan pasarnya yang luas membuat usaha mikro ini berhasil mengangkat Indonesia dari bahaya krisis moneter.

Namun kini yang terjadi justru sebaliknya, nasib UMKM di tengah corona seolah berada di ujung tanduk. Ini disebabkan karena mangsa pasarnya yang kalang kabut akibat perputaran uang yang tidak bergerak.

Di Indonesia sendiri, UMKM meliputi tiga sektor yaitu sektor jasa, sektor produsen dan sektor usaha dagang. Ketiganya ini memiliki mangsa pasar yang baik sebelum masa pandemi covid 19 melanda Indonesia.

Ketiga sektor ini hampir berguna sebagai alat pemenuh kebutuhan masayarakat mulai dari sandang hingga pangan. Akan tetapi, sejak pandemi menyerang, ketiga sektor ini menjadi lesu akibat kebijakan PSBB dan work from home.

Hanya sektor produsen yang masih terlihat geliatnya dengan beralih fungsi menjadi produsen APD maupun masker. Itupun belum dapat menutup kerugian UMKM di tengah pandemi Covid 19 yang merajahi Indonesia.

Jika tidak segera diatasi, pandemi Covid 19 juga berdampak sangat buruk bagi para pelaku bisnis UMKM. Salah satu yang terlihat mata adalah makin banyaknya angka pengangguran akibat kehilangan pekerjaan.

Hal ini justru akan semakin menyukitkan pemerintah yang ingin tetap menjamin kesehatan masyarakat namun roda ekonomi tetap berjalan. Oleh sebab itu, harus segera ada tindakan dari pemerintah terkait nasib UMKM di tengah pandemi.

Di masa sulit seperti sekarang ini, perhatian pemerintah untuk sektor UMKM harus lebih di prioritaskan. Karena meski masih berskala kecil, sektor industri ini memiliki dampak yang positif untuk negeri ini.

Kebijakan-kebijakan pemerintah yang dapat meringankan beban UMKM harus segara dicanangkan. Seperti contohnya memberikan solusi pada pelaku UMKM yang saat ini terpakasa menutup usahanya akibat pandemic.

Angin segar bagi pelaku UMKM

Terpuruknya sektor UMKM di tengah pandemi akhirnya menggerakkan hati pemerintah untuk menyelamatkannya. Ada setidaknya 5 skema yang dirancang pemerintah guna membantu roda perekonomian UMKM.

Pertama, pemerintah akan memberikan bantuan dana bagi para pelaku usaha UMKM yang terdampak Covid 19. Selanjutnya, pemerintah akan memberlakukan instensif pajak yang hanya berlaku untuk pelaku usaha UMKM yang memiliki omzet hanya dibawah 4,8 miliar rupiah.

Kebijakan ketiga, pemerintah akan merekstrukturasi serta relaksasi terhadap kredit yang di tanggung UMKM. Dalam hal ini adalah penundaan system angsuran serta subsisdi bunga bagi para penerima UMI, PNM, KUR, PNM Mekar dan LPDB.

Ketiga, melakukan relaksasi dan rekstrukturasi kredit UMKM yang meliputi penundaan angsuran dan subsidi bunga bagi penerima Kredit Usaha Rakyat, PNM Mekaar atau bisa juga disebut Permodalan Nasional Madani Membina Keluarga Sejahtera, Umi (Kredit Ultramikro), LPDB atau Lembaga Pengelola Dana Bergulir sampai dengan penerima bantuan permodalan dari kementerian.

Keempat, pemerintah akan berjanji untuk memperluas masalah pembiayaan UMKM dengan adanya bantuan modal kerja. Sedangkan yang terakhir, pemerintah menjanjikan melalui BUMN, kementrian dan pemerintah daerah membantu memulihkan UMKM yang terdampak covid 19.

Kebijakan pemerintah dalam menangani nasib UMKM di tengah pandemi di harapkan dapat bersinergi dengan baik. Sehingga dapat membantu serta memulihkan roda ekonomi negeri ini meskipun pandemic belum berakhir.

Sumber:

https://kumparan.com/nadila-azza-nur-prasetya/menilik-bagaimana-nasib-umkm-di-tengah-pandemi-covid-19-1tQgBrnxNm5

https://investor.id/opinion/nasib-umkm-di-tengah-pandemi-covid19

You may also like

Leave a Comment