Olahraga Terbukti Pengaruhi Kualitas Tidur, Kok Bisa?

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Sudah sejak lama manfaat olahraga terbukti mujarab untuk kesehatan fisik dan mental. Olahraga juga telah terbukti membantu meningkatkan kualitas tidur. Tidur yang berkualitas akan membuat tubuh lebih berenergi sehingga membantu menunjang aktivitas harian kita.

Manfaat olahraga untuk kualitas tidur

Menurut psikolog pengobatan tidur dari Cleveland Clinic, Michelle Drerup, olahraga memiliki manfaat yang efektif seperti obat tidur. “Cahaya matahari membantu mengatur jam internal tubuh. Jadi, berolahraga di luar ruangan dan saat matahari bersinar akan membantu tubuh mengatur kaoan saatnya tidur kapan saatnya harus waspada,” ucap dia. Jika tidak bisa berolahraga di luar ruangan, melakukannya di dalam ruangan juga memberi manfaat yang sama. Olahraga juga membantu mengurangi stres dan kecemasan yang bisa berdampak buruk pada kualitas tidur kita. “Saat Anda berolahraga, otak Anda melepaskan bahan kimia perasaan-nyaman untuk melawan stres dan kecemasan,” ucap Drerup. Olahraga yang kita lakukan juga bisa membuat tubuh merasa lelah di malam hari. Hal ini juga mendorong kita agar tidur lebih nyenyak. “Menjadi aktif di siang hari, bahkan melakukan hal-hal seperti pekerjaan rumah atau jalan-jalan singkat, dapat meningkatkan dorongan tidur Anda,” katanya.

Efek olahraga di malam hari

Ada mitos mengatakan bahwa olahraga di malam hari justru membuat kita susah tidur. Menurut Drerup, hal itu memang bisa terjadi karena olahraga meningkatkan suhu inti tubuh. Padahal, kita perlu menurunkan suhu tubuh tersebut agar bisa tertidur. Itulah sebabnya, banyak ahli percaya olahraga malam hari bisa mengganggu kualitas tidur. Namun, penelitian menemukan beberapa jenis olahraga justru bisa membuat kita bisatidur nyenyak. Asalkan, olahraga yang dilakukan berada di intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, bersepeda, atau yoga. Jika ingin melakukan olahraga intensitas tinggi, sebaiknya kita melakukannya di pagi hari.

Selain itu, pastikan olahraga malam yang kita lakukan sudah selesai minimal satu jam sebelum mendekati waktu tidur. Drerup juga mengatakan, beberapa orang bisa mentolerir olahraga keras di malam hari dan tetap bisa tidur nyenyak. “Namun, adapula yang tidak bisa tidur karena olahraga di malam hari. Kitatidak tahu pasti sampai mencobanya,” ucap dia. Itu sebabnya, Drerup menyarankan kita untuk membuat catatan khusus mengenai olahraga dan pola tidur harian kita agar bisa melakukan pengecekan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Olahraga Terbukti Pengaruhi Kualitas Tidur, Kok Bisa?”, Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2020/11/12/160000568/olahraga-terbukti-pengaruhi-kualitas-tidur-kok-bisa-?page=all#page2.
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini

You may also like

Leave a Comment