Sudah Diet tapi Berat Badan Tak Turun? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Untuk menurunkan berat badan, biasanya orang akan melakukan berbagai cara, mulai dari mencoba bermacam diet hingga olahraga berlebihan. Masalahnya tak semua diet tepat untuk menurunkan berat badan. Menerapkan cara yang salah, dapat mencegah penurunan berat badan dan justru menambah berat badan. Berat badan bisa diturunkan dengan membakar lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan oleh tubuh atau membatasi asupan kalori, disertai berolahraga secara teratur.

Namun, jika setelah Anda melakukan hal tersebut, berat badan tak kunjung turun, bisa jadi enam hal berikut penyebabnya:

1. Mengandalkan olahraga tanpa mengurangi asupan kalori

Sangat penting untuk melakukan defisit kalori untuk menurunkan berat badan. Ini agar tubuh membakar lebih banyak kalori daripada asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Olahraga merupakan cara efektif untuk membakar kalori. Tapi, untuk mengalami penurunan berat badan yang signifikan, seseorang perlu menggabungkan olahraga dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori. Melansir Medical News Today, penelitian menunjukkan, tanpa perubahan yang cukup pada pola makan, olahraga saja tidak mungkin menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan bagi kebanyakan orang. Mungkin ada orang yang berhasil menurunkan berat badan dengan melakukan latihan intensitas tinggi, tapi sangat sulit menurunkan berat badan dalam jumlah banyak. Apalagi, penelitian juga menunjukkan bahwa orang cenderung makan lebih banyak saat berolahraga secara teratur. Hal ini tentu dapat mempersulit Anda untuk mempertahankan defisit kalori dan menurunkan berat badan. Cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan menggabungkan olahraga dengan diet kalori terbatas.

2. Salah memilih olahraga

Olahraga teratur penting untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menyarankan, setidaknya 225 hingga 420 menit aktivitas fisik per minggu untuk menurunkan berat badan secara efektif. Melakukan berbagai jenis olahraga juga dapat memengaruhi penurunan berat badan. Dua jenis olahraga utama adalah aerobik dan anaerobik. Latihan aerobik, atau ketahanan, melibatkan penggunaan kelompok otot besar secara terus- menerus dan berulang, seperti lengan dan kaki, seperti jogging dan bersepeda. Latihan anaerobik melibatkan aktivitas yang singkat dan intens, misalnya latihan beban berat atau lari cepat. Sementara latihan aerobik mengandalkan suplai oksigen untuk energi secara terus-menerus, latihan anaerobik menerima semua energi dari glukosa yang disimpan di otot. Kedua olahraga tersebut memiliki beberapa keuntungan untuk kesehatan secara keseluruhan, tetapi ada perdebatan mengenai mana yang paling berguna untuk menurunkan berat badan. Menurut American College of Sports Medicine, latihan aerobik memiliki efek langsung pada penurunan berat badan, tetapi olahraga anaerobik tidak. Ini karena latihan anaerobik dapat membangun otot dan membakar lemak, tetapi karena otot lebih berat daripada lemak, maka tidak akan ada penurunan berat badan. Namun, olahraga anaerobik dapat mengubah lemak tubuh menjadi otot tanpa lemak. Karena otot lebih berat daripada lemak, ini mungkin menjelaskan kurangnya penurunan berat badan dari latihan anaerobik. Latihan anaerobik, seperti latihan beban, juga dapat meningkatkan laju metabolisme basal tubuh. Artinya, efeknya lebih tahan lama. Kombinasi latihan aerobik dan anaerobik kemungkinan merupakan metode latihan terbaik untuk menurunkan berat badan.

Ilustrasi diet

3. Diet ketat

Anda mungkin berpikir, dengan menjalani diet ketat, berat badan akan turun dalam waktu singkat. Tpi, banyak jenis diet tidak didasarkan pada bukti ilmiah, dan dapat menjadi kontraproduktif untuk menurunkan berat badan. Masalahnya, diet ketat ini justru dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Beberapa diet ketat, seperti diet Atkins, memang menghasilkan penurunan berat badan. Namun dalam banyak kasus, ini disebabkan oleh hilangnya air dan otot, bukan karena hilangnya lemak. Selain itu, diet ini bisa jadi sulit untuk dipertahankan, dan kebanyakan orang mendapatkan kembali berat badan yang turun, segera setelah menghentikan diet.

Pola makan yang paling efektif dan sehat memiliki variasi yang signifikan dan seimbang. Mengonsumsi lebih sedikit kalori memang penting, tetapi bukan berarti ada pembatasan yang ekstrem pada kelompok makanan utama mana pun.

Pola makan yang paling efektif dan sehat memiliki variasi yang signifikan dan seimbang. Mengonsumsi lebih sedikit kalori memang penting, tetapi bukan berarti ada pembatasan yang ekstrem pada kelompok makanan utama mana pun.

4. Terlalu banyak minuman manis

Mengonsumsi terlalu banyak minuman manis dapat mencegah penurunan berat badan. Penelitian menunjukkan, jumlah gula dalam makanan memengaruhi penambahan berat badan. Tetapi banyak dari hal ini secara khusus terkait dengan konsumsi minuman manis. Sangat mudah untuk mengabaikan minuman sebagai bagian dari diet. Padahal, banyak minuman manis mengandung kalori tinggi. Tidak seperti berbagai makanan berkalori tinggi, minuman manis tidak memuaskan rasa lapar dan tidak memberikan cukup energi bagi tubuh. Ini membuat Anda lebih mudah mengonsumsi terlalu banyak minuman manis tanpa menyadarinya. Penelitian menunjukkan, bahwa minuman manis dapat berperan dalam obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Membatasi atau menghilangkan konsumsi minuman manis dan menggantinya dengan minum air putih dapat membantu meningkatkan penurunan berat badan.

Ilustrasi timbangan

 

5. Kurang tidur

Kualitas tidur buruk atau kurang tidur dapat memengaruhi penurunan berat badan. Studi menunjukkan, bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kurang tidur juga dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur rasa lapar. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 472 orang dewasa yang mengalami obesitas, jumlah waktu yang dihabiskan untuk tidur merupakan prediktor signifikan dari keberhasilan program penurunan berat badan yang intensif. Selain itu, stres adalah prediktor signifikan lainnya. Menurut National Sleep Foundation, orang dewasa berusia 18-65 tahun harus tidur selama 7-9 jam setiap malam. Orang dewasa yang berusia lebih tua harus menargetkan 7–8 jam untuk tidur setiap malam. Bagi sebagian orang, menurunkan berat badan bisa terasa sangat sulit. Dibutuhkan komitmen, kerja keras, dan kesabaran untuk mencapainya. Tapi sebenarnya , kunci menurunkan berat badan adalah dengan mempertahankan defisit kalori melalui diet sehat, kombinasi olahraga aerobik dan anaerobik, serta pola tidur yang baik. Selain itu tidak mengonsumsi minuman manis, akan mempermudah usaha Anda untuk menurunkan berat badan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sudah Diet tapi Berat Badan Tak Turun? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/03/090300723/sudah-diet-tapi-berat-badan-tak-turun-5-hal-ini-bisa-jadi-penyebabnya?page=all#page2.
Penulis : Bestari Kumala Dewi
Editor : Bestari Kumala Dewi

You may also like

Leave a Comment