Susah Bernapas saat Tidur: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi

by joe han
0 comment

KOMPAS.com – Pernahkah Anda merasa susah bernapas sampai seolah-olah sulit menghirup oksigen saat tidur? Susah bernapas adalah kondisi yang membuat penderitanya bernapas pendek-pendek dan tak nyaman ketika mengambil udara untuk dihirup. Melansir Medical News Today, susah bernapas saat berbaring atau tidur dalam dunia medis jamak disebut ortopnea.

Terkadang, ortopnea bisa membuat seseorang sampai terbangun dari tidurnya.

Normalnya, seseorang jadi susah bernapas setelah melakukan aktivitas fisik berat. Susah bernapas juga bisa terjadi setelah seseorang mengalami tekanan berat atau ekstrem. Namun, susah bernapas saat berbaring bisa jadi tanda penyakit yang serius.

Penyebab susah bernapas saat tidur

Melansir Healthline, ada beberapa kemungkinan peyebab susah bernafas saat tidur. Di antaranya:

  • Gangguan kecemasan
  • Serangan panik
  • Mendengkur
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
  • Sleep apnea

Tak hanya disebabkan penyakit, susah bernapas saat tidur juga bisa dipicu masalah pencernaan. Jarak waktu makan dan tidur yang terlalu singkat dapat menyebabkan sesak napas. Hal itu bisa disebabkan sisa makanan menggenang di kerongkongan. Selain itu, makanan di perut juga bisa menekan diafragma. Untuk mencegahnya, hindari langsung tidur setelah makan.

Biasakan untuk memberikan jeda selama beberapa jam untuk tidur setelah makan. Selain masalah di atas, obesitas atau kelebihan berat badan juga bisa menyebabkan susah bernafas saat tidur. Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan pada paru-paru dan diafragma. Di beberapa kasus, susah bernapas saat tidur juga bisa jadi pertanda darurat medis gagal jantung. Semua jenis gagal jantung dapat menyebabkan sesak napas, termasuk saat tidur.

Gejala susah bernapas saat tidur bisa termasuk rasa sesak napas saat digunakan untuk berbaring terlentang. Anda perlu khawatir apabila susah bernapas saat tidur diikuti gejala susah tidur, gampang lelah di siang hari, mendengkur saat tidur, dan sakit kepala saat bangun. Kondisi tersebut bisa jadi tanda sleep apnea.

Susah bernapas saat tidur juga bisa jadi gejala PPOK apabila disertai gejala batuk kronis, mengi, infeksi dada seperti bronkitis. Selain itu, Anda perlu waspada apabila susah bernafas saat tidur mengarah pada gejala penyakit jantung. Di antaranya sesak napas, sakit dada, sakit di sekitar lengan sampai bahu, demam, napas cepat, jantung berdebar, nadi lemah, dan pusing.

Cara mengatasi susah bernapas saat tidur

Susah bernapas saat tidur tidak selalu kondisi medis yang serius. Tapi, Anda perlu berbicara dengan dokter apabila memiliki masalah pernapasan. Dokter umumnya melakukan pemeriksaan fisik untuk membantu menentukan diagnosis penyebab susah bernapas saat tidur. Dokter biasanya akan memeriksa jantung sampai paru-paru. Selain itu, ada beberapa tes tambahan seperti pemindaian sinar X dan elektrokardiogram.

Setelah mengetahui penyebab pastinya, dokter umumnya akan merekomendasikan beberapa cara untuk mengatasi susah bernapas saat tidur. Jika penyebabnya karena masalah infeksi pernapasan, dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi infeksi. Apabila penyebabnya karena kegemukan, dokter umumnya merekomendasikan Anda untuk tidur dengan posisi miring dan merancang program penurunan berat badan. Susah bernapas saat tidur yang disebabkan PPOK belum ada obatnya. Namun, dokter biasanya memberikan inhaler untuk meredakan susah bernapas. Sementara untuk sleep apnea, dokter umumnya merekomendasikan perawatan dengan mesin CPAP atau pelindung mulut untuk tidur. Sedangkan untuk mengatasi susah bernapas saat tidur karena gelisah atau cemas, dokter akan merekomendasikan terapi dan obat-obatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Susah Bernapas saat Tidur: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi”, https://health.kompas.com/read/2020/07/17/210400768/susah-bernapas-saat-tidur–penyebab-gejala-cara-mengatasi?page=all#page2.
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah

You may also like

Leave a Comment